Penyebab Terbukanya Hati Akal untuk berilmu
Futuh berarti terbuka, kemenangan, atau kesuksesan, yang dalam konteks pencarian ilmu berarti hati dan pikiran menjadi mudah menerima ilmu, memahami, dan merasakannya. sehingga futuhnya ilmu dapat di artikan kesuksesan dalam pencarian ilmu dengan kecerdasan emas.
Sahabat SantriLampung yang dirahmayi Allah; Futuh-nya ilmu adalah terbukanya hati, pikiran, dan mata hati (bashirah) dalam menerima, memahami, dan meresapi ilmu pengetahuan, yang merupakan anugerah langsung dari Allah SWT. Hal ini melampaui sekadar kecerdasan (IQ), menjadikannya pemahaman spiritual dan intelektual yang mendalam. Kunci meraihnya meliputi takdzim (menghormati) guru, kesalehan orang tua, usaha keras (riyadlah), dan kebersihan hati dari maksiat.
Penyebab Futuh-nya ilmu, menurut KH. Abdul Qayyum Lasem.
1. Kecerdasan/IQ. Ini melekat pada pribadi para santri yang memang sudah cerdas sejak bayi. Tinggal dipoles. Jadi.
2. Sebab kesolehan orangtua. Ada beberapa orang yang menjadi ulama lantaran tirakat orangtuanya. Ayah ibunya bukan orang berilmu, tapi ahli ibadah. Dan lantaran itu Allah menjadikan anaknya seorang ulama.
3. Riyadlah. Usaha keras seorang santri dalam menjalani lelaku mencari ilmu. Hambatan diatasi, tantangan diselesaikan, dan pembelajaran dilaksanakan dengan tekun.
4. Mushohabah alias bergaul, membersamai dan mendampingi keseharian guru. Dari situ, seorang murid akan bisa merasakan sentuhan emosional, intelektual, dan spiritual dari gurunya. Juga bisa melihat karakteristik gurunya dari dekat secara manusiawi, serta bisa belajar bagaimana gurunya melayani umat, mengajar, beribadah, bahkan berumahtangga.
Beberapa abdi ndalem, yang menjadi juru laden kiainya, lebih mudah futuh lantaran mushohabah, dibandingkan dengan sosok yang menyibukkan diri dalam tugas akademik dan berkutat pada teks. Itu lantaran interaksi keseharian dengan gurunya membuat dirinya hadir dalam konteks, bukan teks saja.
Dalam beberapa kejadian, keempat faktor di atas bisa melekat pada satu sosok. Cerdas, punya orangtua saleh, tekun belajar, dan dengan rendah hati membersamai gurunya. Klop
Penulis: Gus Rijal Mumazziq
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan