Renungan Penting
Sahabat SantriLampung Rohimakumullah, tak terasa 2025 akan Berlalu, sebentar lagi terjadi pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Mari jadikan Momentum pergantian tahun untuk tafakur meneliti diri dan mengevaluasi diri. Semoga hasanah berikut dapat menjadi renungan yang mengantarkan kita semua ke arah lebih baik di tahun tahun selanjutnya.
1.Lihatlah kepala kita!
Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?
2. Lihatlah mata kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?
3. Lihatlah telinga Kita!
Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur'an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara yang sia-sia tiada bermakna?
4. Lihatlah hidung Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa (yatim piatu) yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?
5. Lihatlah mulut kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafa'ul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?
6. Lihatlah tangan Kita!
Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, menciptakan karya-karya yang berguna atau justeru kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?
7. Lihatlah kaki Kita!
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau justeru kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?
8. Lihatlah dada (hati) Kita!
Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang (qona'ah), sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya malah tertanam ladang penyakit jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji pelit bin bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya'?
9. Lihatlah diri kita!
Apakah kita sering tadabur, tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa? Atau justeru malah kufur nikmat.
Sahabatku, tafakur renungan seperti ini bagus dilakukan setiap bangun atau menjelang tidur untuk mengevaluasi diri, membanding antara hari sebelum dan sesudah, apakah hari demi hari telah dilalui dengan baik dan mengarah ke arah yang terus lebih baik.
Doa ; "Dengan hak Nabi Muhammad aku bermohon, Ampunilah dosa orang-orang yang membaca bahan renungan di atas baik dosa yang telah lalu maupun yang akan datang, jadikan ia dan keluarganya termasuk dalam golongan orang yang shalih yang Engkau ridhoi." Amiin".
Demikian semoga bermanfaat.
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan