Kategori Syafaat Rosulullah

Sahabat SantriLampung yang beriman; 

"Abu Hurairah ra. bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia (sa'dah) dengan memperoleh syafaatmu pada hari Kiamat kelak?" Beliau menjawab, "Saya juga telah menduga mu, wahai Abu Hurairah, bahwa tidak akan ada seorang pun yang akan menanyakan masalah ini sebelummu, karena penglihatanku atas gairahmu terhadap hadits. Orang yang paling beruntung dengan syafaatku pada hari Kiamat nanti ialah orang yang mengucapkan 'Laa Ilaaha illallah' dengan penuh ikhlas dari hatinya ataupun dirinya." (HR. Bukhari) 

Kata 'Sa'adah' yang terdapat di dalam hadits ialah orang yang mencapai kebaikan dengan taufik Allah swt.. Maksudnya, orang yang membaca kalimat tersebut dengan ikhlas, maka ia akan memperoleh manfaat dari syafaatnya. Orang yang membaca kalimat Thayyibah dengan ikhlas, bisa mengandung dua maksud, yaitu; 

  • Seseorang yang ikhlas menjadi Muslim. Dan tidak ada amalan lainnya, selain membaca kalimat Thayyibah. Jelas, ia sangat beruntung dengan mendapat syafaat di Akhirat nanti. Padahal tidak ada amalan lain di sisinya. Makna hadits ini sesuai dengan hadits Nabi saw., "Syafaatku hanyalah bagi orang-orang yang berdosa besar saja. Yang terpaksa dimasukkan ke dalam neraka. Tetapi dengan berkah kalimat Thayyibah, maka Nabi saw. memberi syafaat kepadanya. 
  • Orang-orang yang menjaga wirid mereka dengan penuh ikhlas dan beramal sholeh. Merekalah yang dimaksud dengan orang-orang yang paling beruntung. Mereka mendapat syafaat Rasulullah saw. sehingga meninggikan derajat mereka di Surga. 

Kategori Syafaat Rosulullah

Allamah Aini rah.a. menulis bahwa syafaat Rasulullah saw., terbagi menjadi 6 kategori: 

(1) Syafaat untuk membebaskan dari kesulitan pada Yaumil Mahsyar. Ketika itu seluruh mahluk sedang menderita. Mereka memohon agar diberi syafaat. Mereka merasa lebih baik dimasukkan ke neraka daripada harus menderita di Yaumil Mahsyar. Maka dengan syafaat tersebut, mereka dapat terselamat dari penderitaan itu. Ketika itu, manusia menjumpai masing-masin nabinya untuk meminta syafaat. Akhirnya hanya Rasulullah saw. sajalah yang dapat memberikan syafaatnya. Sedangkan para nabi yang lainnya tidak berani memberikan syafaatnya. Syafaat ini berlaku untuk seluruh makhluk, baik manusia, jin Islam, jin kafir, dan semua mendapatkan bagian syafaat tersebut. Mengenai ini telah dijelaskan dengan terperinci dalam hadits mengenai Hari Kiamat. 

(2) Syafaat yang berlaku untuk meringankan adzab atas orang-orang kafir tertentu, misalnya; Abu Thalib (Abdul Manaf), beliau adalah ayah dari Ali bin Abi Thalib, Paman Nabi yang meyakini kebenaran ajaran Nabi Muhammad ï·º dan meyakini Allah, namun ia tidak mengucapkan kalimat syahadat hingga akhir hayatnya. Karena tekanan sosial dari pemimpin Quraisy dan ketakutan akan cemoohan, dan beliau adalah pelindung utama Nabi. Masalah syafaat dalam hal ini telah diterangkan dalam hadits yang shahih. 

(3) Syafaat yang diberikan kepada sebagian Mukmin yang sudah masuk ke dalam neraka. 

(4) Syafaat yang diberikan kepada sebagian Mukmin yang karena amal buruknya terpaksa akan dimasukan ke neraka, namun pada akhirnya mereka dimaafkan dan tidak jadi masuk ke dalam neraka. 

(5) Yaitu syafaat yang diberikan kepada sebagian Mukmin agar mereka dapat langsung dimasukan ke dalam Surga tanpa hisab. 

(6) Syafaat yang diberikan untuk menaikkan derajat orang-orang Mukmin di Surga. Syafaat ini berlaku di dalam syurga.

Barokallohu fiy kum generasi ahli syurga, semoga menjadi tambahan ilmu yang manfaat yang berdampak pada keselamatan dunia akhirat.

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk