Keangkuhan Diri
Rasulullah saw. bersabda : "Mereka yang dalam hatinya ada Kkeangkuhan diri (kibr) walaupun hanya sebesar biji sawi, tidak akan masuk surga".
Keangkuhan diri merupakan lawan dari kepasrahan diri. Diriwa vatkan oleh Ahmad dan Muslim, bahwa yang dimaksud oleh Rasulullah saw. dengan keangkuhan diri atau kesombongan itu adalah, menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Seja lan dengan itu, Imam Ghazaly berpendapat, keangkuhan diri (kibr) adalah perasaan superior dalam pikiran, memandang orang lain lebih rendah dari dirinya. Karena keangkuhan diri inilah iblis dilaknat Allah, yaitu tatkala ia menolak perintah Allah untuk sujud kepada Adam karena semata-mata merasa dirinya yang dibuat dari api, lebih hebat dari Adam yang hanya berasal dari tanah. Banyak orang yang mungkin tanpa disadarinya mengikuti jejak iblis, yaitu memandang rendah orang lain karena bangga akan asal keturunannya, congkak dengan pangkat atau harta yang dimilikinya, atau bahkan dengan ilmu yang disandangnya.
Sebenarnya keangkuhan diri ini tidak perlu terjadi bila kita dapat meredam mental untuk menyepelekan orang lain. Bukankah Rasulullah saw telah bersabda, "Bukan umatku, orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tÃdak menyayangi yang lebin muda.
Hati-hatilah Nanda dalam hal yang beresiko tinggi ini, tanam kanlah selalu dalam jiwa Nanda peringatan Rasulullah saw. dan firman Allah berkut :
Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung berfirman: "Kemuliaan itu adalah gaun-Ku dan Keagungan itu adalah jubah-Ku; barangsiapa yang memakai gaun dan jubah-Ku itu, akan Kulemparkan ia ke dalam api neraka!" (Hadits Qudsi).
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang sombong lagi membanggakan diri. (Luqman (31):18).
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan