Asy'ariyah dan Maturidiyah
Asy'ariyah - Maturidiyah
Islam itu terbagi menjadi dua, yakni Sunni dan Syi’ah. Mayoritas umat Islam di seluruh dunia menganut akidah sunni atau Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sedangkan sunni dibagi menjadi dua, yaitu penganut Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi.
Asy'ariyah dan Maturidiyah adalah dua aliran utama dalam teologi Islam Sunni, yang keduanya berusaha untuk menjelaskan dan memahami akidah (keyakinan) Islam, terutama terkait sifat-sifat Allah dan hubungan antara akal dan wahyu. Meskipun memiliki perbedaan, kedua aliran ini disepakati sebagai Ahlussunnah wal Jama'ah dan menjadi pegangan mayoritas umat Muslim di dunia.
Asy'ariyah didirikan oleh Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Maturidiyah didirikan oleh Imam Abu Mansur al-Maturidi.
Asy'ariyah Menekankan pentingnya wahyu (Al-Qur'an dan hadis) sebagai sumber utama dalam memahami akidah, namun tetap mengakui peran akal dalam memahami agama. Menggunakan pendekatan tekstual (nash) dan ta'wil (penafsiran) untuk menjelaskan sifat-sifat Allah, cenderung menjauhkan sifat-sifat Allah dari sifat-sifat makhluk (tanzih). sebagai contoh Dalam memahami sifat "yad" (tangan) Allah, Asy'ariyah cenderung menafsirkannya sebagai kekuasaan atau rahmat, bukan berarti tangan dalam arti harfiah. Aliran ini banyak diikuti oleh ulama bermazhab Syafi'i dalam fikih.
Maturidiyah Mencari keseimbangan antara akal dan wahyu dalam memahami akidah, memberikan ruang yang lebih luas bagi akal untuk memahami ajaran agama, namun tetap mengakui otoritas wahyu. Pendekatannya lebih cenderung menerima sifat-sifat Allah secara harfiah (tanpa ta'wil) selama tidak bertentangan dengan akal, dan memandang bahwa akal memiliki peran penting dalam memahami kebenaran. Sebagai contoh dalam memahami sifat "yad" (tangan) Allah, Maturidiyah cenderung menerimanya secara harfiah selama tidak menyerupai sifat tangan makhluk. Aliran ini banyak diikuti oleh ulama bermazhab Hanafi dalam fikih.
Perbedaan Asy'ariyah - Maturidiyah
Asy'ariyah cenderung lebih banyak menggunakan ta'wil (penafsiran) dalam menjelaskan sifat-sifat Allah, sementara Maturidiyah lebih cenderung menerimanya secara harfiah (selama tidak bertentangan dengan akal). Asy'ariyah memberikan ruang yang lebih terbatas bagi akal dalam memahami akidah, sementara Maturidiyah memberikan ruang yang lebih luas bagi akal.
Meskipun ada perbedaan dalam pendekatan, baik Asy'ariyah maupun Maturidiyah sama-sama berupaya menjaga kemurnian akidah Islam dan memberikan landasan teologis yang kuat bagi umat Muslim. Keduanya merupakan bagian dari Ahlussunnah wal Jama'ah dan memiliki pengikut yang besar di seluruh dunia.
Perbedaan adalah sunnatullah “Sejak zaman Nabi sudah ada perbedaan. Dan Nabi Muhammad sendiri oke-oke saja. Jadi, perbedaan itu oke. Yang penting adalah bagaimana cara menyikapi perbedaan tersebut dan harus menganggap semua perbedaan adalah rahmat dan bagian dari kehendak yang maha Menghendaki.”
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan