Memohon Perlindungan Kepada Allah

Fitnah dan azab kubur merupakan keadaan yang sangat besar, sehingga Rasulullah memohon ampun perlindungan dari hal itu baik dalam shalat maupun diluar shalat. Beliaupun sangat menganjurkan kepada umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah dari segala fitnah dan azab kubur.

Orang-orang yang Terpelihara dari Fitnah dan Azab Kubur

Sebagian kaum mukmin yang melakukan amal-amal besar atau tertimpa musibah besar akan terjaga dari fitnah dan azab kubur. Mereka diataranya adalah:

1. Orang yang Mati Syahid

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, mengapa kaum mukmin diuji dalam kubur kecuali yang mati syahid? Beliau menjawab, cukuplah baginya ujian kilatan pedang di atas kepalanya.

2. Seorang yang Gugur Ketika Bertugas Jaga

Setiap yang gugur akan selesai amalnya kecuali yang meninggal ketika bertugas jaga dijalan Allah. Amalnya terus tumbuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur. (HR. Tirmidzi dan Abu Daud).

3. Seseorang yang Meninggal Hari Jumat

Setiap muslim yang meninggal hari jumat akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur. (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

4. Seseorang yang Meninggal Karena Sakit Perut

Abdullah ibn Yasar berkata, aku pernah duduk bersama Sulaiman ibn Shard dan Khalid ibn Urafthah. Mereka menceritakan bahwa Ada seorang lelaki yang meninggal karena sakit perut, keduanya ingin menyaksikan jenazahnya. Salah satunya mengatakan kepada yang lain, bukankah Rasulullah bersabda, orang yang meninggal karena sakit perut tidak akan di azab di dalam kubur. Yang satunya menjawab, ya. (HR. An-Nasal dan Tirmidzi).

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk