Fanatik Mazhab
Fanatik Madzhab ~ Sikap ini merupakan [salah persepsi] dan kekeliruan besar yang akan mendatangkan bencana, bukan saja bagi kaum Muslimin tetapi juga bagi diri sendiri. Fanatik mazhab inilah yang merupakan salah satu penyebab dominan mengapa Islam tercerai berai. Masing masing berpendapat hanya mazhab atau pahamnya yang berar dan menganggap paham orang lain keliru. Mereka bahkan rela berbunuhan demi mempertahankan pahamnya. Padahal, jangankan membunuh sesama Muslim, memutuskan persaudaraan antar Muslim saja jelas-jelas dilaknat Allah.
Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara, maka itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. Al-Hujurat (49):10
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka, serta dibutakan-Nya penglihatan mereka. Muhammad (47):22, 23
Sesungguhnya Allah menyuruh (ka mu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberl kepada kaum kerabat dan Allah melarang darl perbuatan keJi, kemung karan dan permusuhan. An-Nahl (16):90
Sikap fanatik mazhab ini membuat orang menjadi bodoh dan herpandangan sempit. Karena mereka tidak mau mendengar pendapat dari orang yang berbeda mazhab atau paham dengannya. Mereka melihat siapa yang bicara, bukan apa yang disampaikannya. Bukankah Rasulullah mewajibkan umat Islam menuntut ilmu sebanyak-banyaknya (tentu saja sepanjang tidak bertentangan dengan Al-Qur'an), bahkan kalau perlu sampai ke negeri Cina sekali pun? Mengapa kita harus menutup pintu apalagi sampai memutuskan persaudaraan dengan Muslim lainnya yang berbeda pandangan dalam hal-hal yang sebenarnya bukan prinsip utama, bukankah ini sudah di luar nalar orang yang sehat? Apakah peringatan-peringatan Allah dan Rasulullah sudah tiddak ada harganya lagi sehingga tidak mampu membuka belenggu nafsu dan membuka pintu toleransi?
Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang paling baik dan ramah. Sungguh Tuhanmu, Ia lah yang lebih mengetahui. An-Nahl (16):125
"Orang yang paling đibenci Allah ialah orang yang sangat suka bertengkar." Riwayat Muslim
"Janganlah kamu bermusuh-musuhan, janganlah kamu berdengki-dengkian, dan janganlah kamu bermarah-marahan dan dan janganlah kamu memutuskan kasih sayang, dan hendaklah kamu menjadi hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal bagi orang Islam bahwa memusuhi dia akan saudaranya lebih tiga hari."
Buat apa kita terpecah-pecah sehingga umat Islam menjadi lemah, bukankah di akhirat nanti kita tidak diminta bertanggung jawab atas perbuatan orang lain? Bukankah tugas kita hanya sebatas menyampaikan saja dan kita tidak dituntut Allah untuk bertanggung jawab jika orang tidak mau mengikuti apa yang kita sampaikan?
Syeikh Muhammad Abduh (wafat tahun 1905) seorang ulama mesir yang lulus dengan cumlaude dari perguruan tinggi Islam paling bergengsi di dunia yaitu Al Azhar di Kairo berkata "saya akan meninggalkan taklid kepada siapa pun juga, dan hanya berpegang pada dalil yang dikemukakan".
Dr. Nur Kholis Madjid seorang cendikiawan muda muslim Indonesia mengatakan; "Dalam berinteraksi Ideologis sesama Muslim, kita harus menyimpan dalam hati kita sikap keraguan yang sehat(healthy skepticism) yaitu sikap cadangan dalam pikiran dan siap sedia mengakui kebenaran orang lain. Jika memang ternyata benar, serta mengakui kesalahan diri sendiri jika memang ternyata salah. Adanya perbedaan (ikhtilaf) diantara kita harus diterima sebagai kenyataan yang selama-lamanya tidak akan bisa dihapus. Maka perlu I'tilaf (serasi, harmoni) berujud pola hubungan antara sesama pemeluk di atas kerangka pandangan yang penuh pengertian dan tenggang menenggang. Al-Qur'an sendiri mengisyaratkan sebagai berikut, "Dan janganlah kamu termasuk yang musyrik, yang tersiri dari orang-orang yang memecah belah Agama mereka. Kemudian mereka menjadi berkelompok-kelompok, setiap kelompok membanggakan apa yang ada pada diri mereka." (Ar Ruum : 32).
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan kamu satu umat(saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesunggugnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. An-Nahl (16):93
Apa pun Madzhab (Sandaran Vertikal) kalian, Apapun Firqoh (organisasi keislaman) kalian, janganlah sekali-kali kalian mengkafirkan dan/atau manajiskan saudara muslim yang lain selain karena hal tersebut bukan wewenang kita sebagai muslim yang baik juga sangatlah terlarang dalam Islam.
Barokallohu fiy kum ...
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan