Mata dan Telinga adalah Sarana Ujian
Sahabat SantriLampung yang dirahmati Allah dimana saja berada; ketahuilah bahwa setiap orang menginginkan untuk dapat tegar dalam menjalani ketentuan Allah yabg tidak sesuai dengan keinginannya, atau pun menghadapi orang yang berlaku zalim kepadanya. Islam mengajarkan bahwa ketegaran ini habya dapat diperoleh melalui sikap sabar yang disertai dengan sikap permohonan khusuk kepada Allah melalui Shalat. Tetapi sayangnya hanya sebagian kecil saja yang dapat melaksanakannya. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya pengertian mengenai bagaimana sebenarnya konsepsi Allah tentang manusia.
Hai orang orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang orang yang sabar. Al Baqarah [2]:153.
"MATA DAN TELINGA ADALAH SARANA ALLAH UNTUK MENGUJI MANUSIA."
Sebagaimana telah ma'ruf (ngerti / faham) bahwa "Arti Hidup", di dunia adalah babak prakualifikasi untuk menentukan tempat kita kelak di akhirat. Manusia yang paling taat kepada-Nya, akan menempati tempat yang paling menyenangkan; dan sebaliknya, manusia yang selalu membangkang tidak mau menuruti kehendak-kehendak-Nya, akan menempati tempat yang jelek. Oleh karena itulah, Allah tidak akan pernah berhenti menguji manusia [Al-Ankabuut:2] yaitu untuk mengetahui siapakah yang layak untuk menempati tempat yang paling menyenangkan itu.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami Jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. Al-Insaan (76):2, 3
Menurut ayat di atas, bila ada orang yang berlaku zalim, maka hal ini sebenarnya merupakan perwujudan dari ujian Allah karena kita diberi mata dan telinga (!). Karena itu bangunkanlah kesadaran akan hal ini agar kita dapat bertindak sesuai dengan perintah-Nya, bukan menuruti emosi. Lawanlah nafsu amarah yang muncul dengan mengingat firman Allah bahwa orang yang dapat menañan keinginan hawa nafsunya surgalah tempat tinggalnya [An-Nazi'aat:41]; serta sabda Rasulullah ., "Janganlah kamu (suka) marah, niscaya kamu akan mendapatkan surga".
Ada seorang prajurit yang baru datang dari medan perang bertemu dengan lbrahim bin Adham di pinggiran kota. Dia bertanya di mana tempat perkampungan, lalu lbrahim menunjuk arah pemakaman. Perajurit ini mengira orang ini mempermainkannya, maka tanpa pikir panjang ditamparnya dengan keras sampai berdarah. Lalu ada orang berkata, "Kenapa kau tampar, dia adalah Gubernur Ibrahim bin Adham!" Prajurit ini sangat terperanjat dan dengan terbata-bata langsung minta maaf. tetapi Gubernur menjawab, "Ketika engkau menampar, aku memohon kepada Allah agar engkau mendapatkan surga." Prajurit ini dengan keheranan bertanya mengapa demikian, lalu Gubernur pun menjawab, "Kamu memukul aku, lalu aku mengampunimu. Hal ini menyebabkan aku akan mendapat pahala besar yang akan mengantarkan aku masuk surga. Karena jasamu itulah lalu aku mohon kepada, Allah agar engkau juga mendapatkan surga."
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap ujian Allah , jika ujian itu kezaliman seseirang kepada kita, semoga kita bisa berlaku lembut sebagaimana Rasulullah saat dilempari batu saat hendak ke tha'if, dan dicaci maki oleh orang buta saat saat rasulullah menyuapinya. Barokallahu fiy kum...
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan