Sabar adalah Perintah Allah
Sabar adalah Hidangan Ilahi sekaligus perintah pertama kali bagi setiap Manusia yang baru lahir ke dunia.
Sahabat SantriLampung rohimakumullah; Dengan memahami bahwa sabar itu adalah salah satu perintah Allah, maka lakukanlah sabar bukan lantaran terpaksa. tetapi jalankanlah dengan penuh kesadaran (berniat) bahwa ini adalah perintah Allah yang harus ditaati dan dilaksanakan, yaitu sebagaimana halnya kita ikhlas mengerjakan shalat.
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya. Ar-Ra'd (13):22
Adapun indikator keberhasilan pelaksanaan sabar adalah rasa ikhlas. Jadi, bila kita telah merasa bersabar namun hatinya ternyata masih panas, maka berarti sabar belum dilaksanakan dengan benar. Yang telah kita lakukan sebenarnya adalah hanya terpaksa mengalah atau menerima, karena situasi dan kondisi yang memang tidak memungkinkan.
Rasulullah menyampaikan suatu kisah yang menerangkan tingginya ganjaran bersabar itu sebagai berikut;
Apabila semua makhluk Allah dikumpulkan, maka ada yang menyeru: "Mana yang telah melakukan keutamaan?". Maka bangkitlah sekelompok orang, sambil berjalan cepat mereka terus menuju surga. Mereka disambut dan ditanua malaikat. "Kami lihat kalian berjalan cepat menuju Surga. Siapa kalian?". Mereka menjawab: "Kami orang yang senantiasa melakukan keutamaan". Malaikat itu bertanya pula : "Keutamaan apa yang telah kalian lakukan?". Maka jawab mereka pula; "Kami bersabar diri bila dizalimi. dan bersikap bijaksana bila disakiti." Maka kata para mailaikat pula; "Silakan masuk ke dalam Surga. Sungguh bahagia para pelaku kebajikan itu".
Keterangan : Kezaliman itu ada bermacam-macam corak ragamnya. Ada kezaliman dalam tindakan (misalnya semena-mena), kezaliman dalam bicara (misalnya mencemoohkan), dan ada pula kezaliman dalam perasaan (misalnya dengki, buruk sangka). Jadi perasaan busuk yang ada dalam hati meskipun belum muncul dalam tindakan praktis, menurut Rasulullah termasuk kezaliman. Dan kezaliman-kezaliman ini akan memakan kebaikan yang telah dilakukan, seperti halnya api yang memakan sekam.
Dalam suatu riwayat yang dikisahkan oleh Al-Bazzar dan Ath-Thabrani dari Abdullah Mas'ud r.a. disebutkan tentang salah satu contoh kesabaran Rasulullah bersabda sebagai berikut:
Bersama kami di masjid adalah Rasulullah, Utbah, Uqbah, Abu jahal dan Syaibah. Mereka berkerumun di dekat Hajar Aswad dan Rasulullah melakukan shalat. Ketika sujud beliau memanjangkan sujudnya. Terdengar Abu Jahal berkata "Siapakah diantara kalian yang ingin mendatangi domba-domba Bani Fulan dan membawa kotorannya kesini untuk kita timpukkan kepada Muhammad ?" Uqbah langsung berdiri mengambil kotoran domba dan melemparkannya ke pundak Rasulullah yang saat itu sedang sujud. Fatimah, putri Rasulullah, segera membersihkan kotoran itu sedangkan Rasululah mengangkat kepala sebagaimana lazimnya orang yang bangun dari sujud. Sehabis shalat Rasulullah berdoa (tiga kali) "Ya Allah kuserahkan kepada-Mu orang orang qurais, kuserahkan kepada-Mu Utbah, Uqbah, Abu jahal dan Syaibah".
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah dikatakan; "Ya Rasulullah! Mendo'alah kepada Allah agar menurunkan bencana kepada orang-orang musyrik". Rasulullah pun menjawab; "Aku di utus oleh Allah tidak untuk jadi tukang kutuk tetapi untuk jadi rahmat." HR. Muslim.
Dan masih banyak lagi contoh kesabaran yang Rasulullah contohkan kepada kita. Barokallahu fiy kum ...
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan