Inabah
Sahabat SantriLampung roimakumullah, Apa itu Inabah ?
فالإنابة : هي الرجوع إلى الله، والتقوى : هي الخشية من الله، والإقامة للصلاة : هي الإتيان بها على الوجه الذي أمر الله به
Al-Inabah adalah (taubat) kembali kepada Allah, dan ketakwaan adalah rasa takut kepada Allah. Mendirikan shalat mengerjakannya sesuai dengan cara yang diperintahkan Allah.
وقال تعالى : (قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ . الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ . وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ . وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ . وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ . إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ . فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُالْعَادُونَ . َالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ . وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ). [المؤمنون : ١-٩]
Allah ta’ala berfirman : “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya” (Al-Mu’minun : 1-9)
وقال تعالى : (إِلَّا الْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ). [المعارج : ٢٢-٢٣]
Dan firman-Nya : “Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya” (Al-Ma’arij : 22-23)
فاستثناهم من نوع الإنسان المخلوق على الهلع والجزع عند مس الشر له، والمنع عند مس الخير له، كأنه سبحانه يقول : أن المصلين على الحقيقة ليسوا ممن يهلع ويجزع ويمنع
Maka Allah ta’ala mengecualikan mereka dari manusia yang suka berkeluh kesah ketika mengalami musibah dan tidak suka memberikan sebagian rezeki yang didapatnya kepada orang lain. Seakan-akan Allah ta’ala ingin mengatakan bahwa orang-orang yang shalat itu pada hakikatnya tidak suka berkeluh kesah dan tidak kikir.
قلت : لأن هذه الأوصاف من المنكر، وقد قال تعالى : (وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ). [العنكبوت : ٤٥]
Aku katakan, disebabkan karena sifat-sifat ini termasuk kemungkaran. Allah ta’ala berfirman : “Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)” (Al-‘Ankabut : 45).
Kesimpulannya Inabah secara spiritual, berarti kembali kepada Allah (taubat) dengan menjalankan ketaatan (shalat) dan meninggalkan maksiat, yang didorong oleh taqwa dan rasa takut akan siksaan atau penyesalan mendalam kelak di akhirat.
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan