Lima Ciri Umat Nabi Muhammad
Muhammad merupakan nabi terakhir yang menyempurnakan ajaran nabi-nabi sebelumnya seperti Adam, Ibrahim, Musa, dan Isa. Segala ajaran dan perilakunya menjadi uswatun hasanah atau teladan bagi umatnya. Bahkan, Nabi Muhammad ﷺ mencontohkan sikap sabar dan sika lembut, meski sering dihina kaum kafir.
Kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ pun menjalar ke kepada para pengikutnya, yang dipandang istimewa oleh Allah Ta'ala. Sahabat SantriLampung rohimakumullah; berikut 5 ciri Umat Nabi Muhammad ﷺ Berdasarkan Al Qur'an.
Dalam Al-Qur’an, umat Nabi Muhammad ﷺ dijelaskan sebagai golongan yang tegas terhadap orang kafir, saling mengasihi sesama muslim, menjaga salat, dan bersinar wajahnya.
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Artinya: Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.
Berdasarkan ayat tersebut, maka ciri-ciri umat Nabi Muhammad ﷺ adalah sebagai berikut:
1. Tegas dan Keras kepada Kafir
Tegas dalam konteks ini bukan artinya memusuhi orang kafir sebab kita boleh berteman dengan siapa pun.
Makna sikap tegas dalam hal ini adalah umat Islam wajib memegang teguh prinsip dan nilai ajaran Islam serta mengamalkannya.
Hal ini sebagaimana difirmankan Allah Ta'ala dalam surah Al-Kafirun ayat enam yang artinya: “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”
2. Saling Mengasihi Sesama Muslim
Umat Islam diperintahkan untuk memiliki kasih sayang terhadap sesama muslim, saling tolong menolong, dan tidak boleh bermusuhan.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati di antara mereka, seperti satu tubuh. Saat ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh yang lain ikut bersimpati dengan tidak bisa tidur dan demam.”
Dalam hadis yang lain, sesama muslim diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang saling menopang dan menguatkan.
“Orang mukmin satu dengan orang mukmin lainnya, seperti sebuah bangunan yang antara satu bagian dengan bagian lain saling menopang dan saling menguatkan.” (HR. Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i).
Nabi Muhammad ﷺ juga memerintahkan umatnya untuk tidak saling membenci, sebagaimana hadis berikut:
“Hati-hatilah kalian dari hasud atau dengki karena sesungguhnya itu memakan (menghancurkan) kebaikan, sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Menjaga Salat
Ciri-ciri umat Nabi Muhammad ﷺ selanjutnya adalah menjaga salat. Dalam surah Al-Fath ayat 29, ditegaskan tentang tanda bekas sujud di wajah.
Maksudnya adalah air muka yang cemerlang, tidak ada gambaran kedengkian dan niat buruk kepada orang lain.
“Apabila kamu telah menyelesaikan salatmu, ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.”
Dalam surah Al-Ankabut ayat 45, Allah Ta'ala berfirman salat bisa mencegah perbuatan-perbuatan keji dan munkar.
Allah Ta'ala juga memerintahkan hamba-Nya untuk melaksanakan salat berjemaah dalam surah Al-Baqarah ayat 43.
“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.”
4. Mencari Rida Allah
Umat Nabi Muhammad ﷺ akan melakukan segala amalan karena Allah demi mendapat rida dan karunia-Nya.
Rida Allah akan menjadi sumber segala kenikmatan dan karunia yang menyelamatkan manusia dari kemudharatan.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Hibban, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang mencari rida Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barang siapa yang mencari rida manusia, tetapi Allah murka, Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.”
5. Wajahnya Bercahaya
Selain mendapat rida Allah, setiap amalan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menumbuhkan sinar dalam hati dan cahay di wajah.
Kejahatan dan niat buruk dalam hati seseorang akan terlihat di raut wajahnya seperti suram, bengis, dan ucapannya banyak yang melenceng.
Hal itu sesuai dengan pernyataan Utsman bin Affan sebagai berikut:
“Adapun rahasia yang terpendam dalam hati seseorang, niscaya Allah menyatakannya pada raut mukanya dan lidahnya.”
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan