Persepsi salah tentang Thariqah

Sahabat SantriLampung yang dirahmati Allah; Tidak sedikit masyarakat muslim yang memahami Thariqah atau Tarekat adalah Sebuah Aliran atau (faham atau sekte) atau seperti firqoh seperti NU, MU, & Tabligh. Pemahaman ini adalah pemahaman yang keliru.

Tharikah atau tarekat adalah jalan PDKT (pendekatan) kepada Allah yang ditempuh dengan memperkaya dzikir "Laa ilaaha illallah,  dengan maksud mengantarkan diri, menuntun kembali dan dekat kepada Allah mengikuti ritme perjalanan umur sampai kepada Laa maqsuda illalloh" tidak ada yang dituju kecuali Allah. Ruh dari majlis Thariqah adalah Kalimat Tauhid "Laa ilaaha illalloh". 

Agama Islam memiliki 3 Pilar Wajib yakni ; Iman, Islam dan Ihsan. Thariqah adalah turunan dari Ihsan, atau dengan kata lain Thariqah berada dibawah payung Ihsan, kedudukannya seperti shalat yang berada dibawah payung Rukun Islam. Hanya saja kalau shalat itu wajib, sedang thariqah sifat dzikirnya wajib sifat kegiatannya adalah sunnah.

Thariqah atau dzikir thariqah adalah kegiatan membiasakan diri untuk selalu merasa melihat Allah dan dilihat Allah. Untuk sampai pada sempurnanya Ihsan tidaklah mudah, sehingga seseorang perlu membiasakannya melalui pendekatan dengan memperbanyak berdzikir Laa ilaaha illallah.

Ihsan "Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."

Thariqah juga merupakan jalan yang ditempuh seseorang untuk mencapai nikmat dapat mengucapkan Laa ilaaha illallah Muhammadurrosulullah saat Sakarotil Maut, atau menjadikan lafadz Tauhid sebagai kalimat terakhir dalam hidupnya. Dan ini adalah mimpi para perindu Jannatun Na'im.

"Barang siapa yang akhir kalimatnya Laa ilaaha illallah maka masuk syurga" Hal ini merupakan hal yang sangat sulit.

Melalui jalan Thariqah ini jika seseorang berhasil mencapai derajat Ihsan dengan baik, ia akan memiliki sifat Agung yakni "Malu dan takut kepada Allah". Sebagai contoh misal "Selama ini lisanku telah aku gunakan untuk dzikir laa ilaaha illallah, pantaskah lisan ini aku gunakan untuk ghibah dan namiman, Sungguh semestinya aku malu dengan Allah." Begitu seterusnya dan seterusnya .... "Tangan yang biasa kau pakai memutar tasbih pantaskan aku gunakan untuk  hal hal yang mungkar dan tidak senonoh... begit seterusnya dan seterusnya sampai pada titik yakin dimana ia merasa bahwa Allah melihatnya, dan ia akan memastikan seluruh kegiatannya adalah baik, harus baik.

Barokallohu fiy kum...

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk