Man Nusia

Manusia berasal dari bahasa Arab — *Man* (مَن) (artinya: orang) dan *Nusia* (نُسِيَ) (artinya: yang dilupakan).

الإِنْسَانُ مَحَلُّ الخَطَأِ وَالنِّسْيَانِ

Artinya: "Manusia adalah tempatnya salah dan lupa."

Manusia adalah makhluk (ciptaan) yang didesain mudah lupa. Tantangan hidup di bumi adalah melawan lupa untuk meraih kesadaran. Berangkat dari tantangan tersebut, manusia akan menentukan pertanggungjawaban atas amanah yang diemban serta menentukan tujuan akhir kehidupannya.

لَّقَدْ كُنتَ فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ ٱلْيَوْمَ حَدِيدٌ

Artinya: "Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari hal ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam."

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa (melanggar), dan Kami tidak mendapati padanya kemauan yang kuat." (Ayat ini menjelaskan bahwa akar sifat lupa sudah ada pada manusia sejak nenek moyang mereka, Nabi Adam AS).

Contoh [*Man Nusia* ➡ Orang yang Lupa]:

  • Persaksian awal : Saat manusia lahir, ia dalam kondisi lupa bahwa ia pernah dilahirkan dan dihidupkan atas izin Allah setelah melakukan persaksian dengan berkata *"wa qoluu bala syahidna"*.
  • Perubahan fisik & ketertipuan : Lalu, si kecil itu berubah menjadi remaja yang tampan atau cantik, punya sedikit uang, serta memiliki sedikit keahlian yang menonjol. Dalam kondisi itu, ia merasa bangga dan lupa bersyukur bahwa beberapa tahun sebelumnya ia tidak bisa apa-apa. Ia lupa siapa yang selama ini memelihara miliaran sel saraf serta mengatur segala pergerakan dan perkembangan organ di dalam tubuhnya. Seterusnya hingga ia melupakan bahwa kelak ia akan kembali tidak bisa apa-apa dan bukan siapa-siapa (musnah).

Contoh lain saat manusia sakit: Baru di uji sakit sebentar ia merasa sangat tidak sabar dan ingin cepat sembuh. Dalam kondisi tersebut, ia lupa bahwa nikmat sehat yang telah ia terima selama ini durasinya jauh lebih lama daripada masa sakitnya. Karena lupa, ia tidak bisa bersabar yang akhirnya berujung pada kufur nikmat dan sulit bersyukur.

Contoh lain saat manusia miskin: Saat ditakdirkan miskin, ia tidak mau bersabar. Ia lupa bahwa saat lahir dulu ia tidak membawa apa-apa. Sekarang ia memiliki banyak hal, meskipun tidak sebanyak yang dimiliki orang kaya. Ia lupa bahwa jika ia bersabar dan bertakwa di balik kemiskinannya, ia akan mendapatkan beberapa jaminan—seperti jaminan bebas dari kewajiban zakat mal, jaminan akan duduk bersama Allah SWT di hari kiamat, serta jaminan hisab yang ringan. Jika sudah lupa, maka sabar dan syukur akan hilang.

Menyikapi masalah kelupaan yang berbahaya ini, Islam tidak lepas tangan. Umat Islam dituntun dan diingatkan melalui petunjuk, di antaranya:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, masa kayamu sebelum datang fakirmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu."

Umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa setiap saat memohon perlindungan dan rahmat dari Allah:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan." (Dalam tafsirnya, Allah SWT menerima doa ini dan tidak menghukum hamba-Nya atas apa yang dilakukan karena tidak sengaja atau lupa).

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk