Al Hamdulillah
Sahabat SantriLampung rohimakumullah; Seorang raja besar pernah memimpin bani Isra'il beliau adalah Nabi Daud a.s. yang memiliki istri sebanyak 99 wanita. Ketika beliau mengetahui nikmat tersebut, beliau berkata kepada Allah; "Ya Robb, engkau telah menjadikanku sebagai raja dan memberiku 99 istri. Padahal saya belum bisa mensyukuri nikmat dari-Mu berupa sehelai rambut saja. Lalu bagaimana cara saya bisa mensyukuri semua nikmat dari-Mu yang tidak terhingga ini?".
Allah menjawab;
إني أعطي الكثير وأرضى باليسير وإن الشكر ذلك أنتعلم أن ما بك من نعمة فمني
Aku memberi nikmat yang banyak, tapi Aku ridho dengan balasan sedikit. Caramu mensyukuri nikmat adalah kamu mengetahui bahwa semua nikmat itu berasal dari-Ku".
Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang sholih, pemimpin yang adil, dan penyeru kepada Islam, sampai beliau dijuluki sebagai khamis al khulafa' (kholifah kelima), bahkan abu huroiroh tidak berani menjadi imam untuk beliau ketika shalat, dan mrmenyuruh beliau untuk menjadi imam.
Pada suatu hati Imam bin Abdul Aziz mendapatkan surat dari karyawannya. Didalamnya dituliskan bahwa mereka hidup di daerah yang makmur, sehingga mereka takut tidak bisa bersyukur. Lalu mereka meminta nasihat Umar bin Abdul Aziz tentang cara bersyukur.
Umar bin Abdul Aziz menjawab;
إن الله تعالى ينعم على عبد نعمة فحمد الله عليها إلا كان حمده أفضل من نعمته
Sesungguhnya Allah ta'ala memberi nikmat kepada hamba, lalu hamba tersebut memuji Allah atas bikmat tersebut, maka pujiannya lebih utama daripada nikmatnya.
Maksudnya adalah misalnya kamu memiliki uang 1 milyar, lalu kamu mengucapkan Al hamdulillah karena memiliki uang tersebut, maka menurut Allah, ucapan syukurmu itu lebih besar dan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah uang 1 milyar.
Mengapa ucapan Al hamdulillah karena memiliki uang 1 milyar lebih nikmat daripada sekadar memiliki uang tersrsebut?, karena ucapan Al hamdulillah ditulis dicatatan amal baik orang di Arsy, sehingga memenuhi timbangan amal shalih, sedangkan uang 1 milyar suatu saat bisa hilang begitu saja tanpa bekas.
Uang 1 milyar hanya bisa digunakan untuk bersenang senang di dunia yang sementara, sedangkan ucapan Al hamdulillah bisa dituliskan di lauhil mahfudz, supaya menjadi bukti agar bisa masuk syurga yang abadi.
Ketika ahli syurga dimasukkan ke dalam syurga yang dipenuhi para bidadari cantik jelita dan segaka kesenangan yang tidak terhingga, maka ahli syurga cukup membalasnya dengan Al hamdulillah.
Maka, jangan terlalu gelisah terhadap ucapan para kiyai fiqih, mereka sering mengatakan syukur tidak cukup dengan Al hamdulillah, syukir harus dibarengi dengan banyak zakat, infak, sedekah dan sebagainya (maksudnya sedekah kepada kiyai). Jika ada kiyai fikih yang berkata seperti itu, katakan! saya sudah bersedekah, tapi tidak kepada anda.
Jadi tidak adak nikmat yang lebih besar selain bisa mengucapkan Al Hamdulillah. Sebagaimana firman Allah dalam surat An Naml ayat 15 ;
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Dan sesungguhnya kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman, dan keduanya mengucapkan ; Al Hamdulillah segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman. (QS. An Naml : 15)
Nabi Dawud memiliki kerajaan besar, sedangkan Nabi Sulaiman memiliki kerajaan yang lebih besar lagi. Tapi ternyata mereka hanya bisa membalas nikmat Allah yang tidak terhingga itu hanya dengan ucapan Al hamdulillah.
Inilah kecerdasan Umar bin Abdul Aziz. Beliau bisa menemukan pemikiran bahwa nikmat sebesar apa pun, bahkan sebesar nabi Daud dan nabi Sulaiman, cara mensyukurinya cukup dengan mengucapkan Al hamdulillah, sebagaimana yang dilakukan oleh kedua nabi mulia tersebut.
Umar bin Abdul Aziz juga menunjukkan kecukupan kata Al hamdulillah bagi orang yang telah dimasukkan ke syurga, sebagaimana ayat berikut;
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ~ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى صَدَقَنَا وَعْدَهُۥ وَأَوْرَثَنَا ٱلْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَآءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal".
Barokallohu fiy kum. Semoga mencerahkan dan menambah semangat untuk selalu bersyukur.
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan