Cara menghilangkan nafsu
Sahabat SantriLampung rohimakumullah; jika kamu ingin berbuat maksiat, ingin melakukan tindakan asusila dengan wanita cantik, ingin memiliki uang dengan cara mencuri, ingin kerja enak dengan cara menyuap, maka telah ada penyakit hati yang bersarang di dadamu dan itu seburuk buruk penyakit. Lalu bagaimana cara untuk mengihilangkan penyakit hati seperti itu? Caranya adalah terorlah dirimu! Besok pagi kamu akan mati, Ketika kamu mati, kamu tidak butuh wanita cantik, harta ataupun kerjaan lagi. Jika besok dirasa terlalu lama maka ditekan lagi terornya dengan dipercepat. Sebagai contoh misalnya : "kalau gua merkosa cewe, baru pucuknya terus gua mati. repot ini, neraka pasti, keluarga gua bisa bau tai.". "Kalau gua nyuri pas masuk rumah lalu gua mati, repot ini. Bener kata Mbah Kholil mending gua ngaji daripada nyuri, kalau gua ngaji terus mati syurga udah pasti."
واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً
Ber-amal-lah untuk akhiratmu! Seakan akan besok kamu mati.
Sahabat SantriLampung yang bertaqwa; di dalam kitab Al Hikan diterangkan bahwa "Tidak ada yabg bisa menghilangkan syahwatnya kecuali rasa takut yang mengagetkanatau rasa rindu yang sangat".
Di Hari Kiamat nanti, ada tujuh golongan manusiayang mendapatkan naungan dari Allah Salah satu golongan tersebut adalah: "Seorang lelaki yang diajak perempuan berpangkat dan cantik (untuk berzina), tapi lelaki tersebut berkata: Saya takut kepada Allah." Kita sebagai manusia yang memiliki logika, kita bisa berpikir bagaimana mungkin hidup ini dilalui tanpa syahwat kepada wanita, ataupun tanpa syahwat kepada uang?
Di dalam Kitab al-Hikam diterangkan bahwa kita bisa menghilangkan syahwat tersebut dengan latihan khauf (takut).
Imam al-Ghazali memberikan contoh yang mudah, yaitu ada orang yang sudah mulai untuk menjima' (menyetubuhi) istrinya yang sangat cantik, tapi tiba-tiba ada gempa bumi yang sangat keras, atau ada kebakaran di rumah, maka apakah masih ada syahwat? Pasti sudah tidak bersyahwat lagi, karena takut bangunannya roboh atau rumahnya semakin terbakar, dan memilih lari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.
Ternyata, syahwat bisa dihilangkan dengan rasa takut. Ketika syahwat masuk dalam diri kita, Imam al-Ghazali menyuruh kita untuk takut kepada Allah, seperti kita takut kepada gempa atau kebakaran. Maka insyaallah, syahwat itu akan hilang.
Syahwat juga bisa hilang dengan syauq muqliq (rindu kepada Allah dengan sangat). Misalnya, Anda sedang melaksanakan Shalat Tahajud, sedangkan istri Anda tidak haid dan bisa dikumpuli, tapi Anda berpikir bahwa nanti di padang Mahsyar Anda akan hidup sendiri, lalu Anda rindu kepada Allah, sebagai satu-satunya Dzat yang memberikan pertolongan, maka rasa rindu kepada Allah ini bisa menghindarkan Anda dari syahwat kepada istri.
Rasulullah, sang kekasih Allah pernah diuji oleh-Nya. Ketika beliau hendak melaksanakan Shalat Tahajud, tiba tiba Aisyah, istri beliau yang sangat cantik tidur di depan beliau, sehingga jika beliau sujud, kepala beliau tepat di atas perut Aisyah. Tapi, beliau tetap melaksanakan Shalat Tahajud sampai selesai, karena rasa rindu beliau kepada Allah mengalahkan keinginan untuk berkumpul dengan istri.
Jadi, ada dua hal yang bisa menghilangkan syahwat, yaitu khauf muz'ij (takut yang mengagetkan) dan syauq muqliq (rindu kepada Allah dengan sangat).
Barokallohu fiy kum... para pejuang syurga tanpa hisab.
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan