0

Konsepsi Pemahaman Al Qur'an

Pemahaman suatu ayat Al-Qur'an tidak boleh bertentangan dengan maksud ayat Al-Qur'an lainnya.

Sahabat SantriLampung yang beriman; Suatu kitab suci itu isinya tidak boleh ada yang saling bertentangan satu ayat dengan ayat lainnya, karena ia dibuat oleh Tuhan. Jadi bila dalam suatu kitab yang dianggap suci ternyata ada ayat-ayatnya yang kontradiksi, maka kitab itu tidaklah layak disebut kitab suci. 

Al-Qur'an adalah kitab yang kita percayai sepenuhnya sebagai kitab suci. Oleh karena itu mustahil bila ada ayat-ayatnya saling bertentangan. Kalau kita menemukan ada ayat yang tampaknya saling bertentangan, mestilah pemahaman / interpretasi kita yang keliru, yaitu karena kurangnya wawasan yang kita miliki. Ingatlah bahwa ayat-ayat Al-Qur'an itu saling menasirkan, saling membenarkan dan saling menyempurnakan 

Contoh 1 : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. QS. Al-Maa'uun (107):4 

Tentu kita tidak akan sependapat dengan ayat ini. Apakah Al-Qur'an keliru? Tidak ! Lihatlah ayat berikutnya: 

(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan menolong dengan barang berguna. QS. Al-Maa'uun (107):5,6,7 

Contoh 2 : Tanyakanlah (hai Muhammad) : "Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua apa yang ada padanya, jika kalian mengetahui ?" QS. Al-Mu'minun (23):84.

Ayat di atas tersebut 'dijawab': Ketahuilah (hai manusia), bahwa semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi adalah kepunyaan Allah. QS. Yunus (10):66. 

Contoh 3 : Demikianlah Allah menyesatkan siapa saja menurut kehendak-Nya dan memberi hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki Nya, dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu melainkan Dia. QS. Al-Muddatstsir (74):31. 

Membaca ayat tersebut kita dapat bertanya kepada diri kita sendiri "Siapakah mereka yang disesatkan Allah menurut ke hendak-Nya?" Marilah kita lihat jawabannya dalam Al-Qur'an itu sendiri, yaitu firman Allah yang menegaskan : 

Dan Allah menyesatkan orang-orang zalim, dan Allah berbuat menurut kehendak-Nya. QS. Ibrahim (14):27.

Demikianlah Allah menyesatkan orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. QS. Al-Mu'min (40):34.

Dan Allah tidak memberi hidayah (petunjuk) kepada orang pendusta yang sangat ingkar. QS.Az-Zumar (39): 3.

Dengan uraian di atas, jelaslah bahwa kita tidak boleh memegang suatu pendapat hanya berdasarkan satu ayat Al-Qur'an saja. Mungkin saja ada ayat lain yang menggugurkan pendapat itu yang belum kita ketahui. Al-Qur'an sendiri menyiratkan hal itu: 

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya. QS. Al-Baqarah (2):208. 

Ada baiknya diperhatikan pula pendapat seorang pakar mengatakan, "Jika kita mencari kobenaran lewat Al-Qur'an, kita juga harus memburu seluruh ayat Al-Qur'an yang berjumlah 6.236 ayat itu." 

Terakhir, ingatlah teguran Allah terhadap bani Israel berikut ini : Apakah kamu akan beriman kepada sebagian kitab ini dan kufur terhadap bagian yang laln? QS. Al-Baqarah (2):85. 

Sebagai kesimpulan, dapatlah kiranya dikatakan, bila kita meyakini Al-Qur'an itu buatan Tuhan, maka sebagai konsekuensi logisnya adalah: 

  1. Tidak mungkin ada ayat Al-Qur'an yang saling bertentangan, 
  2. Pemahaman ayat Al-Qur'an tidak boleh dilakukan secara parsial (sepotong-sepotong), tetapi harus juga memperhatikan / membawa 6.236 ayat lainnya, 
  3. Bila ada pemahaman suatu ayat menyebabkan kita menjadi pesimis, apatis, ataupun putus asa, maka pastilah pemahaman kita terhadap ayat tersebut keliru. Karena, sangatlah tidak mungkin Tuhan mengajarkan manusia bersifat pesimis, apatis, ataupun putus asa (!)

Barokallohu fiy kum.... Bacajuga Bagian Kedua

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk