Apa yang harus ditafakuri dalam hidup
Sesungguhnya buah dari tafakur adalah keyakinan-keyakinan Ilahiyyah yang akan memudahkan kita dalam pengendalian diri agar dapat selalu taat pada keinginan Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu banyak obyek yang dapat ditafakuri, antara lain:
- Bertafakur mengenai tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah; akan lahir darinya rasa tawadhu (rendah hati) dan rasa takzim akan keagungan Allah,
- Bertafakur mengenai kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan; akan lahir darinya rasa cinta dan syukur kepada Allah,
- Bertafakur tentang janji-janji Allah; akan lahir darinya rasa cinta kepada akhirat,
- Bertafakur tentang ancaman Allah; akan lahir darinya rasa takut kepada Allah,
- Bertafakur tentang sejauh mana ketaatan kita kepada Allah sementara la selalu mencurahkan karunianya kepada kita; akan lahir darinya kegairahan dalam beribadah.
Contoh tafakur ringan:
Bila direnungkan, sedetik dari hidup ini pun sudah mukjizat. Bagaimana kita bisa bermafas, punya jantung yang berdetak, mata berkedip, telinga yang dapat mendengar, lidah yang dapat merasakan kenikmatan makanan, dan seterusnya. Semuanya sungguh menakjubkan!
Ketika gigi kita tanggal satu, kita menjadi susah makan. Ya Allah, gigi satu hilang begtu susahnya. Sekian tahun Engkau berikan gigi itu, baru sekarang disadari artinya ketika dia copot. Satu gigi menjadi begitu bernilainya, lalu bagaimana dengan tangan, hidung, mata, telinga dan otak?
Dengan bertafakur seperti ini, akan timbul rasa malu. Betapa Allah telah mem berikan karunia yang sangat banyak, tetapi kita tidak mengabdi kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh.
Jangan mengecewakan Allah, Allah bisa marah!.
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan