Tafakur dan Apa yang harus ditafakuri dalam hidup
Sahabat SantriLampung rohimakumullah; Pikir & Dzikir ➡ Membuka pintu Tafakur ➡ Menghasilkan Keyakinan ➡ Memudahkan Ketaatan ➡ Menghasilkan Kebahagiaan ➡ Mengantarkan pada terminal akhir yakni Syurga.
Contoh Tafakur mengenai Musibah
Bila Musibah kita pikir dengan akal maka outputnya ;
- Musibah tidak diragukan lagi adalah hal yang buruk
- Tidak ada seorang pun yang mau menerima musibah
- Musibah identik dengan apes atau sial
- Musibah merupakan hasil perbuatan jahat orang lain pada diri kita
- Musibah semata mata karena kecerobohan kita
Dari proses pikir yang demikian, maka akan menghasilkan output antra lain sebagai berikut;
- Wajar orang mengalami stress ketika tertimpa musibah
- Orang yang ditimpa musibah adalah orang yang malang, yaitu orang yang sedang apes atau sial
- Berbuatlah dengan perhitungan yang matang supaya tidak tertimpa musibah
Hasil ouput ini akan berbeda bila disertai dengan dzikir (menghadirkan nuansa ilahiyah) dalam hati kita;
- Allah selamanya Maha Pengasih dan Penyayang
- Allah tidak zalim, Ia maha Adil
- Allah Maha Pandai, Maha pengatur lagi Maha suci
- Allah mendengar doa manusia
Interaksi (perpaduan) antara pikir dan dzikir sebagaimana yang dimaksud di atas akan menghasilkan keyakinan keyakinan (hikmah) sebagai berikut;
- Tidak wajar bila kita mengalami stress pada waktu mengalami musibah, bukankah ini realisasi dari permintaan kita "indinasshirothol mustaqiim"?.
- Bila Allah memberikan musibah, sebenarnya yang ingin Dia berikan pada kita adalah hikmah ➡ "Banyak kenikmatan yang dilipat diantara taring-taring bencana".
- Bila awan tidak menangis, mana mungkin taman akan tetsenyum!. Tanpa megalami kesedihan mana mungkin akan merasakan kebahagiaan.
- Musibah adalah tanda cinta Allah pada kita, yaitu Dia memberikan peluang bagi kita untuk meningkatkan ketaqwaan, bukankah manusia yang paling hebat adalah yang paling taqwa?.
Pikir itu pelita hati, tanpa berfikir hati menjadi gelap, neraka pun siap menyergap.
Hal-hal yang harus ditafakuri
Sesungguhnya buah dari tafakur adalah keyakinan-keyakinan Ilahiyyah yang akan memudahkan kita dalam pengendalian diri agar dapat selalu taat pada keinginan Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu banyak obyek yang dapat ditafakuri, antara lain:
- Bertafakur mengenai tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah; akan lahir darinya rasa tawadhu (rendah hati) dan rasa takzim akan keagungan Allah,
- Bertafakur mengenai kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan; akan lahir darinya rasa cinta dan syukur kepada Allah,
- Bertafakur tentang janji-janji Allah; akan lahir darinya rasa cinta kepada akhirat,
- Bertafakur tentang ancaman Allah; akan lahir darinya rasa takut kepada Allah,
- Bertafakur tentang sejauh mana ketaatan kita kepada Allah sementara la selalu mencurahkan karunianya kepada kita; akan lahir darinya kegairahan dalam beribadah.
Contoh lain tafakur ringan:
Bila direnungkan, sedetik dari hidup ini pun sudah mukjizat. Bagaimana kita bisa bermafas, punya jantung yang berdetak, mata berkedip, telinga yang dapat mendengar, lidah yang dapat merasakan kenikmatan makanan, dan seterusnya. Semuanya sungguh menakjubkan!
Ketika gigi kita tanggal satu, kita menjadi susah makan. Ya Allah, gigi satu hilang begtu susahnya. Sekian tahun Engkau berikan gigi itu, baru sekarang disadari artinya ketika dia copot. Satu gigi menjadi begitu bernilainya, lalu bagaimana dengan tangan, hidung, mata, telinga dan otak?
Dengan bertafakur seperti ini, akan timbul rasa malu. Betapa Allah telah memberikan karunia yang sangat banyak, tetapi kita tidak mengabdi kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh.
Jangan mengecewakan Allah, Allah bisa marah!.
Bacajuga contoh Tafakur penting yang ini
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan