Assalamu'alaikum Sahabat beriman, Ushikum wa Nafsiy ; [1] Bertaqwalah kepada Allah. [2] Dia melihatmu setiap saat. [3] Laksanakan perintah-Nya. [4] Jauhi Larangan-Nya. Kita semua sama kok Cuma Calon Jenazah. Semuanya akan ditinggal kecuali Hasil Usaha Taqwa (Fahala). Pesan ini disampaikan oleh ; Mbah Kholil Al Andalasi

Konsekwensi Ridho kepada Allah

Ketahuilah wahai para saudara, siapa yang ridha Allah sebagai Tuhan, ia pun harus ridha dengan ketentuan dan pilihanNya, baginya serta takdirNya yang pahit dan merasa puas dengan rezeki yang dibagikan Allah baginya. selain itu ia harus selalu mentaati Nya dan memelihara kewajiban yang ditetapkan Allah, dan menjauhi semua laranganNya, tabah dalam menghadapi cobaanNya, dan mensyukuri nikmatNya, meyakini perjumpaan denganNya. Ia pun ridha Allah sebagai Pelindung dan Pemimpin serta Pemeliharannya. Ikhlas dalam beribadah kepadaNya, mengandalkanNya di saat ia menyendiri maupun di hadapan orang lain.

Ia tidak berlindung dalam menghadapi berbagai kesulitan selain kepada-Nya dan tidak mengandalkan dakam menunaikan keperuan selain Allah swt. Barangsiapa ridha Islam sebagai agamanya, ia pun mengagungkan kehormatan dan syiar-syiarnya. Ia terus berjihad dalam hal yang menguatkan dan menambah kekokohan dan kelurusannya berupa ilmu dan amal.

Ia gembira dengannya dan takut dihilangkan darinya, menghormat ahlinya, membenci dan musuhi orang yang kair kepadanya. Barangsiapa yang ridha Muhammad saw sebagai nabi ia pun meneladani dan mengikuti petunjuk dan syari`atnya, berpegang pada sunnahnya, mengagungkan haknya, banyak mengcapkan shalawat, mencintai ahlil bait dan para sahabatnya, meridhai dan menyayangi mereka, mengasihi umatnya dan bersikap tulus kepada mereka.

Maka patutlah bagimu wahai orang mu`min menuntut dirimu untuk mewujudkan makna-makna ini yang kami sebutkan dalam perkataan: 

رَضِيتُ بالله رَبّاً ، وَبِالإسْلَامِ دِيناً، وبمحمد نبياً

“Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi.” 

Paksalah dirimu untuk memliki sifat itu dan jangan puas hanya dengan ucapan, karena sedikit gunanya, meskipun tidak kosong dari manfaat. Demikian pula, lakukanlah mengenai semua dzikir dan doa yang engkau ucapkan dan semacamnya.

Tuntutlah dirimu untuk melaksanakan hakikat-hakikatnya dan bersifat dengan makna-maknanya. Misalnya ketika mengucapakan subhanallah hedaklah engkau dengan sepenuh hati mensucikan Allah dan mengagungkanNya. Ketika mengucapkan Alhamdulillah hendaklah engkau dengan sepenuh hati memuji Allah ta`ala dan mensyukuriNya. Ketika mengucapkan Robbighfirli, hendaklah engkau memiliki harapan penuh kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosamu dan rasa takut kepadaNya bahwa Dia tidak akan mengampuni dosamu.Kemudian kiaskanlah yang lain dengan itu.

dan berijtihadlah untuk hadir bersama Allah dan merenungkan makna-makna ucapanmu. Berusahalah sungguh-sungguh untuk memiliki sifat yang disukai Allah darimu dan menjauhi apa yang tidak disukai Nya.

Curahkanlah perhatianmu kepada urusan hati dan batin. Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk dan amalmu, tetapi melihat kepada hati dan niatmu.”

Maka wujudkanlah perkataanmu dengan amalmu dan amalmu dengan niat dan keikhlasanmu dan wujudkan niat serta keikhlasanmu dengan membersihkan batimu dan memperbaiki hatimu. Hati adalah pokok dan pusat.

----

 واعلموا معاشر الإخوان أنه من رضي بالله رباً: لزمه أن يرضى بتدبيره واختياره له، وبمرِّ قضائه ، وأن يقنع بما قسمه له من الرزق، وأن يداوم على طاعته، ويحافظ على فرائضه، ويجتنب محارمه، ويكون صابراً عند بلائه، شاكراً لنعمائه، محبَّاً للقائه، راضياً به وكيلاً وولياً وكفيلاً، مخلصاً له في عبادته، ومعتمداً عليه في غيبته وشهادته.

لايفزع في المهمات إلا إليه ،ولا يعول في قضاء الحاجات إلا عليه سبحانه وتعالى . ومن رضي بالإسلام ديناً: عظَّم حرماتِه وشعائِرَهُ ، ولم يزل مجتهداً فيما يؤكَّده ويزيده رسوخاً واستقامة من العلوم والأعمال

ويكون به مغتبطاً،ومن سلبه خائفاً، ولأهله متحرماً ، ولمن كفر به مبغضاً ومعادياً.

ومن رضي بمحمد صلَّى الله عليه وآله وسلَّم نبياً :كان به متقدياً ،و بهديه مهتدياً، ولشرعه متبعاً ، وبسنته متمسكاً ولحقه معظماً، ومن الصلاة و السلام عليه مكثراً، ولأهل بيته وأصحابه محباً، وعليهم منرضياً ومترحماً، وعلى أمته مشفقاً ولهم ناصحاً.

فينبغي لك أيها المؤمن : أن تطالب نفسك بتحقيق هذه المعاني التي ذكرناها في معنى قولك : ((رضيت بالله رباً ، وبالإسلام ديناً، وبمحمد نبياً)) وكلف نفسك الاتصاف بها، ولا تقع منها بمجرد القول، فإنه قيل الجدوى، وأن كان لا يخلو عن منفعة. وكذلك فافعل في جميع ما تقوله من الأذكار والأدعية ونحوها

وطالب نفسك بحقائقها والاتصاف بمعانيها، مثل ذلك: أن تكون عند قولك ((سبحان الله)) ممتلئ القلب بتنزيه الله وتعظيمه، وعند قولك ((الحمد لله))ممتلئ القلب بالثناء على الله تعالى وشكره ، وعند قولك ((ربِّ اغفر لي)) ممتلئاً من الرجاء في الله أن يغفر لك، ومن خوفه أن لا يغفر لك ، فقس على ذلك .

واجتهد في الحضور مع الله، وتدبر معاني ما تقوله، واجتهد في الاتصاف بما يحبه الله منك والاجتناب لما يكرهه .

واصرف نيَّتك إلى أمر القلب والباطن ، فقد قال عليه الصلاة والسلام : (( إن الله لا ينظر إلى صور كم وأعمالكم، وإنما ينظر إلى قلوبكم ونياتكم ))

فحقِّق قولك بعملك، وعملك بنيتك وإخلاصك، ونيتك وإخلاصك بتصفيه ضميرك وإصلاح قلبك، فإن القلب هو الأصل وعليه المدار


Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung - Blogger, Designer, Writer and Copy Creator.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk