Yakin Akan Rizki Dari-Nya

Sahabat SantriLampung rohimakumullah, jangan khawatir soal rezeki.

Diantara kesempurnaan nikmat Allah kepadamu adalah jika Dia memberimu rezeki yang dapat mencukupimu, dan mencegahmu dari apa yang membuatmu lepas kendali (sesat). 

Sebagian kesempurnaan Allah kepada hamba-Nya adalah mengarahkan kesemangatan hidup sang hamba untuk beribadah kepada-Nya dan menghilangkan ketergantungan hati kepada selain-Nya. Hamba yang telah mendapatkan semua hal itu adalah hamba yang beruntung sebab tidak ada kenikmatan yang lebih besar daripada merasa cukup dengan-Nya, dan acuh dengan selain-Nya.

Apabila seorang hamba dicukupi rizkinya oleh Allah untuk menjalankan syariat-Nya; baik berupa makanan, pakaian atau tempat tinggal, dan untuk menjalankan kewajiban ruhaniyahnya, baik berupa imu, amal, dzauq dan makrifat,  dan hamba tersebut diajuhkan dari prihal yang menyesatkannya dan prihal yang menyibukkan dari beribadah kepada-Nya maka sempurnalah kenikmatannya. Bersyukurlah kepada-Nya atas kenikmatan yang telah dilimpahkan padamu, menghadaplah hanya pada-Nya atas setiap kesulitanmu dan buanglah setiap hal yang menyibukkanmu kepada selain-Nya.

Nabi Saw selalu berdoa agar dijauhkan dari prihal yang menyibukkan hati dan melalaikan tuhan-Nya, miskin ataupun kaya. Nabi Saw berdoa agar dijauhkan dari kemiskinan yang  melalaikan dan kaya yang durhaka . Nabi berdoa, Ya Allah, berilah rizki kepada keluarga Muhammad, makanan kekuatan". Nabi Saw bersabda, " Sebaik-baiknya rizki adalah rizki yang cukup". 

Suatu hari Abdul wahid bin Zadid r.a bercerita, "Aku mendengar disuatu daerah ada seorang wanita gila yang membicarakan tengan hikmah. Kemudian aku mencari wanita ini. setelah aku menumukannya, wanita tersebut memakai penutup kepala dan mengenakan jubah sufi. Ketika wanita tersebut memandangku, ia menyapaku, 'Marhaban ya Abdul Wahid' . Aku merasa terkejut dan heran, kenapa ia mengenalku padahal aku belum pernah melihatnya . Kemudian aku menjawab "Ra Haballah bik" Wanita tersebut lantas bertanya "Apa maksud kedatanganmu menemuiku?. Aku menjawab "Berilah aku nasihat" . Wanita itu lantas berkata, "Sungguh sangat mengherankan seorang pemberi nasihat meminta nasihat". Wahai Abdul Wahid, ketahuilah bahwa seorang apabila berada dalam kecukupan harta dan condong kepada dunia maka Allah mencabut kenikmatan zuhud darinya dan bayang-banyang kelalaian menyelimutinya. Sebaliknya, hamba yang mendapat kedudukan disisi-Nya akan diberi wahyu ilham oleh tuhan-Nya. Tuhan mewahyukan kepadanya "Wahai hambaku, Aku ingin mengangkat derajadmu diantara para malaikat-malaikat-Ku Aku ingin menjadikan engkau petunjuk bagi para kekasih-Ku dan nasihat untuk para hamba-Ku yang taat. Maka aku meletakkan kegelisahan dihatimu setelah rasa senangmu, hina setelah muliamu dan fakir setelah kayamu". 

Setelah nasihat itu, wanita sufi tersebut berkata "Pulanglah ke asalmu, pulanglah ketempat yang telah engkau ketehui didalam hatimu'. Wanita itu lantas pergi meninggalkanku . Dan kini , tinggal penyesalan yang ada didalam hatiku". 

Rasa cukup adalah nikmat, selebihnya adalah bencana. Sebab hati selalu tertarik untuk menerima pemberian dan benci akan kehilangan. Apabila diberi maka akan senang dan apabila kehilangan maka akan susah. Barang siapa selalu menginginkan kegembiraan dalam hatinya maka janganlah mengambil melebihi dari kecukupan, yakni prihal yang akan membuatmu sedih tatkala kehilangan Hal itu seperti yang dijelaskan mushonif (Ibnu Athailah Sakandari) dalam hikmah selanjutnya.

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk