Assalamu'alaikum Sahabat beriman, Ushikum wa Nafsiy ; [1] Bertaqwalah kepada Allah. [2] Dia melihatmu setiap saat. [3] Laksanakan perintah-Nya. [4] Jauhi Larangan-Nya. Kita semua sama kok Cuma Calon Jenazah. Semuanya akan ditinggal kecuali Hasil Usaha Taqwa (Fahala). Pesan ini disampaikan oleh ; Mbah Kholil Al Andalasi

Ugemanipun tiyang sepah

Ugemanipun tiang sepah kalih, Awit kulo alit ngantos dumugi tiyang sepah kalih sami pejah ; "Le..,; dateng pundi mawon papan paranmu, Ampun kesupen Allah mirsani seliramu. dipun toto lakumu ampun ngantos nyebab-ake bendu."_____

Sahabat SantriLampung Rohimakumullah; kesadaran bahwa "Allah melihat kita, dimana saja, kapan saja, adalah bagian dari ihsan".

قال: فأخبرني عن الإحسان، قال: أن تعبد الله كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك،

Malaikat Jibril berkata, “Kabarkan padaku tentang Ihsan ? Rasulullah Saw bersabda, ” Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya, jika kamu tidak melihat-Nya, maka Allah melihatmu” (HR Muslim)

Ihsan adalah maqam atau kedudukan tertinggi bagi umat Islam. Karena melakukan ibadah dengan kualitas tertinggi, seolah melihat Allah, atau minimal seorang merasa dan menyakini bahwa Allah melihatnya ketika beribadah, baik ibadah khusus kepada Allah, maupun ibadah terkait muamalah terhadap sesama manusia.

Disebutkan oleh Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin 74/3 kisah yang menarik. Beliau berkata:

Berkata Sahal bin Abdullah At-Tusturi, ” Saat itu saya anak berusia tiga tahun, sholat malam dan saya melihat sholat pamanku, Muhammad bin Siwar, beliau berkata kepada ku suatu hari, “Tidakkah engkau mengingat Allah Yang Menciptakanmu ?” Saya berkata, “Bagaimana cara mengingat-Nya ?” Beliau berkata, “Katakan dengan hatimu ketika hendak tidur tiga kali tanpa menggerakkan lisanmu, Allahu Ma’i (Allah Bersamaku), Allahu Nazhirun ilayya (Allah Melihatku), Allah Syahidi (Allah Menyaksikanku )”

Maka aku katakan hal itu beberapa malam, kemudian aku beritahu beliau. Maka beliau berkata, katakan hal itu setiap malam tujuh kali. Saya lakukan itu, kemudian aku beri tahu beliau, lalu beliau berkata, katakan setiap 21 malam. Maka aku lakukan, maka masuk dalam hati kebahagiaan.

Ketika sudah satu tahun, pamanku berkata padaku, “Jagalah apa yang telah aku ajarkan, dan biasakan sampai engkau masuk dalam kubur, karena akan memberi manfaat bagimu di dunia dan akherat”. Dan aku senantiasa melakukannya bertahun-tahun. Maka aku merasakan kenikmatan dalam kesendirianku.

Kemudian paman ku berkata suatu hari, “Wahai Sahal siapa yang merasa Allah bersamanya, melihatnya dan menyaksikannya, apakah mungkin dia bermaksiat ? Janganlah bermaksiat”.

Sahal bin Abdullah At-Tusturi adalah salah seorang salafu shaleh yang sudah sampai pada maqam ihsan, walaupun masih kecil. Dan beliau sudah hafal Al-Qur’an semenjak kecil. Beliau bercerita, “Saya selalu berangkat ke Pesantren (Kuttab), saya belajar Al-Qur’an, dan telah hafal, saat itu umurku 6 atau 7 tahun, saya selalu puasa, dan makananku roti selama 12 tahun”.

Tarbiyah semacam ini sangat penting dilakukan pada anak-anak kita, bahkan kita semua, agar senantiasa merasa diawasi Allah, sehingga terbebas dari kejahatan dan kemaksiatan. Dan sampai ke maqam Ihsan. 

Wallahu a’lam bishawab.

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung - Blogger, Designer, Writer and Copy Creator.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk