4 Fahala yang akan terus Mengalir
Sahabat SantriLampung yang dimuliakan Allah dengan kasih sayang-Nya yang tiada tara. Ketahuilah bahwa apabila kita mampu melakukan 4 fahala berikut maka kita akan menerima setoran fahala yang akan terus mengalir sekalipun kita sudah mati. Apakah empat fahala tersebut?
Dari Abi Amamah; Rosululullah saw bersabda;
أَرْبَعَةٌ تَجْرِى عَلَيْهِم أُجُورُهُم بَعْدَ المَوْت، مَن مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللّٰه، وَمَن عَلَّمَ عِلْمًا أُجْرِيَ لَهُ عَمَلُهُ مَا عُمِلَ بِه، وَمَن تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَجْرُهَا يَجْرِي لَهُ مَا وُجِدَت، وَرَجُلٌ تَرَكَ وَلَدًا صَالِحًا فَهُوَ يَدْعُو لَه ~ رواه الطبرانى عن ابى أمامة
Ada 4 macam orang yang fahalanya akan terus mengalir sesudah mereka mati, yaitu; seseorang yang mati dalam keadaan murobith (bertugas/mengemban tugas) di jalan Allah; kemudian seseorang yang mengajarkan ilmu atau mengabarkan ilmu pengetahuan, akan di alirkan kepadanya fahala ilmu yang di amalkan oleh orang lain, lalu seseorang yang bersedekah, pahalanya akan di alirkan kepadanya selagi sedekahnya itu masih ada, dan terakhir seseorang yang meninggalkan anak shalih yang senantiasa mendoakan orangtuanya. (HR. At Thobroni).
Pertama : Matinya murobith (orang yang sedang bertugas dijalan Allah). Murabith adalah mereka yang berjaga di perbatasan wilayah Islam atau mempertahankan kesucian agama, baik secara fisik maupun ideologis. Contoh utamanya adalah pejuang di Gaza/Palestina, penjaga Masjidil Aqsa, penjaga Ka'bah/Masjidil Haram, serta ulama/pendidik yang konsisten menyebarkan ilmu dan membentengi umat dari akidah yang menyimpang.
Seperti upaya SantriLampung ini Insha Allah termasuk dalam kategori Murobith. Aamiiin.
Ketika Orang yang berjuang atau bertugas dijalan Allah meninggal dunia, maka sejatinya ia tidak mati, di alam selanjutnya ia hidup dalam jaminan Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya berikut;
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًاۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. Qs. Ali Imron : 169.
Kedua ; Orang yang mengajarkan ilmu. Dalam masalah ini lebih kepada guru yang menghidmahkan dirinya untuk Islam, yakni guru yang menularkan keilmuannya semata-mata mengharap ridho Allah tanpa mengharapkan imbalan bisaroh. Bukan guru yang nggerundel dan/atau memasalahkan urusan gaji.
Guru yang mampu berkhidmah karena Allah ia akan mendapatkan fahala yang terus mengalir sekalipun ia telah wafat. Keberadaan guru seperti ini biasanya dipesantren yang estafet kemanfaatan ilmunya terus berjalan dari generasi ke generasi.
Ketiga ; Orang bersedekah yang sedekahnya terus memberikan manfaat. Contoh : Santri yang mensedekahkan tenaganya ikut serta membangun pesantren, atau seseorang yang sedekah dengan hartanya untuk membangun fasilitas umum seperti jembatan atau masjid. Orang yang bersedekah seperti ini akan mendapatkan jariyah fahala selama sedekahnya masih memberikan manfaat dan kemaslahatan untuk orang banyak.
Keempat ; Seseorang yang meninggalkan anak sholih yang senantiasa mendoakan kedua orangtuanya.
Ingat! Syarat mutlak atau syarat pokok menjadi anak sholih adalah mendirikan sholat dan mendoakan kedua orangtuanya.
Demikian 4 fahala yang akan terus mengalir, semoga menjadi tambahan ilmu yang manfaat untuk kita semua. Barokallohu fiy kum.
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan