0

5 hal penting pada 5 perkara

Diriwayatkan dari Syaikh Shaqiq Al-Balkhi radhiyallahu 'anhu (beliau adalah gurunya Imam Hatim Al-Asham) ;  

Sebab-sebab taubatnya Syaikh Syaqiq

Syaikh Syaqiq awalnya beliau merupakan anak orang kaya, beliau pergi berdagang ke turki kemudian masuk ke rumah yang ada berhalanya. Disitu bertemu dengan seorang pelayan berhala yang memotong rambut dan jenggotnya. Kemudian beliau berkata: "Anda diciptakan oleh Tuhan yang Maha Hidup Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Beribadahlah kepada-Nya... tidak perlu lagi menyembah pada berhala-berhala yang tidak berbahaya dan juga tidak bermanfaat". Kemudian pelayan tersebut menjawab: "Jika benar apa yang kamu katakan, bahwa Tuhan maha Kuasa memberi rezeki kepadamu di negeri sendiri, mengapa tuan dengan susah payah datang kesiní untuk berdagang"? Maka tertekuklah hati syaqiq untuk selanjutnya menempuh jalan zuhud. 

Sebab zuhudnya Syaikh Syaqiq 

Ketika beliau melihat seorang hamba sahaya bermain-main pada waktu paceklik dan semua orang sedang susah. Kemudian beliau bertanya: "Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak melihat orang-orang kelaparan sebab paceklik?". Hamba sahaya menjawab: "Saya tidak mengalami kesusahan seperti orang-orang tersebut, majikanku mempunyai desa yang subur yang hasilnya mencukupi keperluan kami". Maka dari sinilah hati beliau terketuk. Dan beliau berkata: "Jika majikanya memiliki desa sedangkan majikannya juga makhluk yang fakir. Diapun akhirnya tidak memikirkan rizkinya karena bagaimana bisa seorang muslim memikirkan rezkinya sedangkan tuannya adalah Tuhan yang Maha Kaya. 

Beliau Imam Syaqiq radhiyallahu anhu berkata: "Wajib bagi kalian 5 perkara, maka ketahuilah. (lima hal ini berupa kabar gembira dan kabar yang menakutkan)". : 

  1. Beribadahlah kepada Allah Ta'ala sesuai dengan kadar kebutuhanmu kepada Allah Ta'ala (yakni sesuai dengan kadar kalian mencari kebaikan dan keutamaan Allah Ta'ala) Ambillah dunia dengan kadar umur kalian (hidup kalian didunia).
  2. Kerjakanlah dosa (pekerjaan dosa kepada Allah Ta'ala) dengan kadar kemampuan kalian menerima adzab dari Allah Ta'ala.
  3. Sesungguhnya tak akan ada satu orang pun yang mampu menerima adzab dari Allah Ta'ala. karena adzab dari Allah Ta'ala sangatlah pedih). 
  4. Mencari bekal di dunia (yakni mengambil bekal dari dunia untuk perjalanan ke akhirat) dengan kadar menetap kalian di dalam kubur (yakni dan waktu setelah alam kubur. Disebut begitu karena kubur merupakan permulaan perkara-perkara akhirat. Apabila di kubur diringankan maka diringankan pula waktu setelahnya, dan apabila diberatkan maka akan diberatkan pula waktu setelahnya).
  5.  Beramallah untuk surga (kerjakanlah mendatangkanmu ke surga) dengan kadar keinginanmu mendapatkan amal yang dapat kedudukan di sana. 

Sesungguhnya pangkatnya ahli surga itu berbeda beda tergantung amal kebaikan mereka. Jika amalnya baik maka balasannya lebih lembut juga lebih banyak sebab anugrah Allah Ta'ala. 

Diriwayatkan Imam Syaqiq Al-Balkhi bahwa sesungguhnya beliau berkata: Aku mencari 5 hal tapi aku temukan pada 5 perkara yang lain: 

  1. Aku mencari cara meninggalkan dosa dan aku temukan pada sholat dhuha 
  2. Aku mencari cayaha kubur dan aku temukan pada sholat malam 
  3. Aku mencari jawaban munkar nakir dan aku temukan pada membaca Al-Qur'an 
  4. Aku mencari cara melewati sirathal mustaqim dan aku temukan pada puasa dan shadagah 
  5. Aku mencari tempat berteduh di bawah arsy dan aku temukan pada menyepi dari makhluk.

Imam Hatim al-Asham (wafat 237 H/852 M) adalah seorang ulama sufi besar dan zahid yang berasal dari Balkh, Afghanistan. Beliau merupakan murid dari sufi agung Syekh Syaqiq al-Balkhy. Gelar "al-Asham" (yang berarti tuli) disematkan kepadanya karena ia berpura-pura tuli untuk menjaga kehormatan seorang tamu wanita yang tidak sengaja buang angin.

Barokallahu fiy kum.

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk