0

Jebakan Tasawuf 2

Sahabat SantriLampung Rohimakumullah, Baca Jebakan Tasawuf 1 terlebih dahulu agar tidak gagal faham. 

Produk sampingan lainnya dalam mempelajari Tasawuf adalah seringkali tanpa sengaja mendengar bisikan hati. Hati-hatilah terhadap "kata hati" yang muncul ini, karena bisikan demikian tidaklah selalu benar. Menurut hadits, kata hati dapat merupakan lammah malakiyah (bisikan malaikat) dan dapat pula berupa lammah syaithaniyah (bisikan setan). Kata hati (sering pula disebut sebagai petunjuk, 'wangsit', hidayah atau ilham) yang kita ikuti hanyalah yang berasal dari bisikan malaikat. Ciri-cirinya adalah bisikan ini membuat hati kita "ngeh" (aware) akan konsepsi Tuhan yang tersurat dalam Al Qur'an dan Hadits. Adapun kata hati yang tidak ada kesesuaiannya dengan Al Qur'an dan Hadits jangan dikuti, bahkan harus dibunuh! Secara logika hal ini dapat diterima. Karena tidaklah mungkin Allah, melalui malaikat-Nya, memberikan lham atau pun wangsit yang tidak berkesesuaian dengan ajaran agama yang telah diridhai-Nya. 

lImu tasawuf harus dijadikan sebagai suatu sarana untuk mebina diri, yaitu agar dapat sederhana dalam hidup, taat perintah Allah dan Rasulullah, memiliki akhlak yang luhur, melaksanakan shalat dengan khusuk, mampu mengendalikan nafsu, serta yang terpenting adalah membuat jiwa kita tidak tergantung atau terpengaruh oleh harta atau materi yang dimiliki ( zuhud ). Ilmu Tasawuf dan lmu Fiqih mutlak harus berjalan beriringan, Bila diibaratkan dalam memancing, maka Tasawuf dan Fiqih adalah ibarat pasangan antara keahlian memancing dan kailnya, dimana ikannya adalah pahala. Bukankah memiliki kail saja tanpa mempunyai keahlian memancing, akan sulit mendapatkan ikan? 

Ahmad Al-Adami (seorang sufi, wafat tahun 921M) berkata "Barangsiapa menetapi hukum-hukum syariat, Allah akan memberikan cahaya makrifat di hatinya; dan tiada kedudukan yang paling mulia selain mengikuti perintah, perilaku, dan perangai baginda Rasulullah saw." 

Godaan kenikmatan akan alam mistik yang muncul sewaktu mempelajari ilmu tasawuf ini sangatlah hebat. Karena itu, bila kita ingin mempelajari ilmu tasawuf, pahamilah terlebih dahulu hakikat dari tasawuf itu; kemudian tanamkanlah niat yang kuat untuk apa mempelajari ilmu itu serta bertekad akan selalu berpedoman (berteladan) hanya pada akhlak Rasulullah saw. saja. Peganglah erat-erat niat itu dan jangan sekali-kali sampai terlepas. Dengan demikian, insya Allah, kita tidak terjerumus ke dalam asyiknya alam mistik.

Dapatlah kiranya disimpulkan, bahwa ilmu Tasawuf itu adalah suatu "alat" yang ampuh untuk melancarkan ibadah; yaitu ibadah dalam konteks hablum minallah dan hablum minannas. Alam mistik yang muncul pada waktu mempelajari ilmu Tasawuf harus diantisipasi sejak dini. Bila kita sampai terjerumus ke dalamnya, maka kita akan larut dalam kenikmatan batiniah belaka, sehingga cenderung mengabaikan perintah-perintah Allah dan Rasulullah yang ada pada jalur hablum minannas. Ini tentu saja tidak benar dan berbahaya. Ibadah kita pincang. Oleh karena itu, maka sebelum mempelajari ilmu Tasawuf kuasailah dahulu dengan baik "Arti Hidup" ), ("Muhammad Rasulullah Sebagai Suri Teladan" ). Serta Pembahasan tentang ("Syirik" ). 

Catatan Tambafan : 

DR. Yusuf Qardhawi, seorang ulama terkemuka dari Mesir, melalui bukunya yang berjudul "FATWA-FATWA KONTEMPORER" ( hal. 921-933) mengatakan: Ahli tasawuf yang benar adalah yang berlandaskan Al-Qu'an dan Hadits, menjauhi berbagai bid'ah dan khurafat (tahayul). Banyak juga ahli tasawuf yang menyimpang, yaitu mereka berpendapat menurut hati nuraninya sendiri yang seringkali berlawanan dengan maksud Al-Qur'an dan Hadits. Misalnya pendapat mengenai "hulul" (Tuhan berinkarnasi dalam tubuh manusia) dan "wihdatul wujud' (kesatuan wujud bahwa yang ada adalah Allah, yakni Allah adalah alam dan alam adalah Allah). Seperti yang dipelopori oleh Al Hallaj yang mengatakan, "Ana Allah" ("aku adalah Allah"). Al Hallaj berpendapat bahwa Allah berinkarnasi ke dalam dìrinya. Karena penyimpangan inilah ia akhirnya dibunuh. Demikian juga banyak para ahli tasawuf yang bersikap pasif terhadap penyimpangan atau kezaliman, karena menurut mereka hal tersebut adalah sudah kehendak Allah. Kita dapat belajar segi-segi yang baik dari ahli tasawuf seperti mengenai : ketaatan mereka kepada Allah, mencintai sesama manusia, mengetahui cacat-cacat dan kekurangan diri, kelembutan hati, serta mengingat akhirat. 

Dengan demikian, para ahli tasawuf itu ada yang masuk dalam kelompok ahli bid'ah atau pun kelompok munafik, namun ada juga ahli tasawuf yang benar yaitu yang berlandaskan Kitabullah (Al-Qur'an) serta sunnah Rasul saw. (Hadits). 

Prof. DR. Quraish Shihab, seorang ulama Ahli Tafsir Indonesia yang terkemuka, pada waktu ditanya tentang makna tarekat /Thariqah, suluk, dan tawajuh yang merupakan peristilahan dalam tasawuf me ngatakan: 

Agama lslam banyak sekali menggunakan istilah-istilah yang maknanya mengacu kepada jalan, misalnya syariat, yang bermakna jalan menuju sumber air, dan yang dimaksud adalah ajaran agama secara umum dan secara khusus hukum hukumnya. Atau Mazhab, yang makna harfiahnya adalah tempat berjalan, dan yang dimaksud adalah pendapat ulama tertentu yang telah memenuhi persyaratan berijtihad menyangkut hukum-hukum agama. Demikian pula dengan thariqah/tarekat yang berarti jalan dan cara tertentu yang ditempuh oleh seorang saalik (pejalan) guna mendekatkan diri kepada Allah swt. Tarekat bermacam-macam, ada yang sangat ketat dan ada juga yang sedikit longgar, namun kesemuanya menekankan perlunya tawajjuh, yakni menghadapkan wajah serta hati menuju Allah swt. 

Suluk adalah bagian kegiatan tertentu yang dilakukan oleh seorang saalik agar ia dapat mencapai suatu hal/keadaan mental atau juga dinamai maqaam, yakni tempat persinggahan. Urutan maqaam tidak jarang berbeda antara satu tarekat dengan yang lain. Umumnya memulai dengan maqaam taubat, selanjutnya zuhud, lalu sabar, kemudian tawakal, kemudian ridha / rela, selanjutnya mahabbah / cinta, kemudian makrifat yang menghasilkan fana' dan ittihhad yakni larut dalam cinta kepada-Nya sehingga kehendak dan keinginannya menyatu dengan kehendak dan iradah Allah. Untuk mencapai itulah sang saalik melakukan suluk, dalam bentuk peningkatan ibadah, latihan mental, seperti mengurangi makan dan tidur, menyendiri bertafakur dan zikir, dan lain-lain. 

Perlu diingat bahwa pengamalan tarekat harus disertai dengan pengamalan syariat, karena itu yang melaksanakan tarekat harus memahami benar syariat, bahkan ia hendaknya dibimbing oleh guru yang disebut Syekh atau Mursyid. Sang Mursyid membimbing murid-muridnya, mengawasi mereka dalam kehidupan lahiriah serta berusaha menyelami hati para murid agar dapat memberi tuntunan batiniah yang sesuai. 

Tidak ada larangan masuk dalam salah satu tarekat, selama tarekat/jalan dan cara yang dipilih tidak menyimpang dari syariat. Di sisi lain perlu diketahui bahwa pengamalan tarekat lebih banyak upaya daripada pengamalan syariat, khususnya menyangkut sisi batin manusia, karena itu tidak semua orang mampu mengamalkannya apalagi pada peringkat maqaam yang tinggi.

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk