0

Jebakan Tasawuf

Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah dapat dilakukan melalui ilmu Tasawuf, yaitu suatu lmu yang mengajarkan mendekatkan diri kepada Allah dengan mengikuti cara atau pola sufi tertentu. 

Pada dasarnya, aliran tasawuf atau tarekat-tarekat seperti. Qodiriah, Naqsabandiah, Tijaniah, Rahmaniah, Salamiah, dan lain sebagainya itu mempunyai tujuan agar manusia ;

  • Dapat mendekatkan diri kepada Allah. 
  • Dapat merasakan kenikmatan dalam ibadah (misalnya me rasakan nikmatnya shalat, ikhlasnya bersedekah, nikmatnva melaksanakan ibadah haji, dan lain sebagainya). 
  • Dapat menjalani kehidupan dengan rasa agama (segala tingkah laku selalu diiringi dengan napas tauhid). 
  • Dapat merasa tentram ( tidak ada rasa khawatir dan berduka ) dalam menghadapi hidup dan menjalani mati. 

Dengan demikian, orang yang telah mempelajari imu Tasawuf seharusnya ia lebih mudah untuk taat melaksanakan peraturan peraturan Allah dan Rasul-Nya; baik itu yang ada pada jalur hablum minallah maupun yang ada pada jalur hablum minannas. 

Namun kenyataannya, mereka banyak yang terjerumus dan terlena dalam kenikmatan alam mistik; yaitu produk sampingan dalam mempelajari ilmu tasawuf. Mereka meninggalkan dunia, menyendiri dan lari dari realita kehidupan. Kegiatan mereka hanya terbatas pada jalur hablum minnallah saja, khususnya berzikir kepada Allah. Mereka terbenam dalam nikmatnya berzikir, sementara amal salehnya (yang diperlukan untuk menuju surga) pada jalur hablum minnanas nyaris nihil. Ini jelas sangat berbahaya! Alam mistik membius mereka sehingga mereka terlupa akan tujuan hidupnya. Padahal tidak ada satu pun ayat Al-Qur'an yang menjamin bahwa dengan menguasai alam mistik maka kelak akan menempati surga. Bahkan sebaliknya, mereka amat mudah tergelincir ke dalam neraka karena melakukan syirik. Hal ini karena alam mistik dengan syirik itu batasnya sangat tipis, yaitu ibarat rambut dibelah tujuh.

Bacajuga : Tasawuf dan Syariat harus Sejalan

Sahabat!; alam mistik itu harus dijauhi, janganlah coba-coba untuk masuk ke dalamnya. Ingatlah bahwa Rosulullah sendiri tidak pernah menganjurkan apalagi mengajarkan umatnnya masuk ke dalam alam ini. Kita harus menyadari bahwa "kesuksesan yang diperoleh seseorang dalam ilmu mistik itu (misalnya dapat menghilang, bisa berkomunikasi dengan hewan, ata pun dapat mengetahui kejadian yang akan datang) tidaklah menjaminnya masuk ke dalam syurga. Al Qur'an mengatakan bahwa yang menjamin seseorang masuk ke dalam syurga adalah hanya amalll saleh (An Nisa : 124; Az Zukhruf : 72; Al Baqarah : 82; An Nisa : 57; Al A'raf : 42; Al Kahfi : 107 s.d 108) karena itu, amal saleh lah yang harus kita kejar, bukannya alam mistik.

Catatan ; Yang dimaksud amal saleh adalah melasanakan kegiatan yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasulullah baik dalam konteks hablum minallah maupun hablum mnannas, dengan niat lillahi ta'ala.

Abu Yazid Al Busthami (seorang sufi terkemuka pada zaman Abbasiyah) mengatakan ;

"Andaikata ada orang yang bisa berjalan di atas air, atau duduk mengapung di atas udara, maka jangan tertipu olehnya, Perhatikanlah bagaimana ia melaksanakan perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya. Sebab setan bergerak dari timur ke barat dalam sekejap mata, dan ia tetap terkutuk".


  Bersambung

Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk