0

Pengantar Renungan

Assalamu'alaikum wr, wb. Bismillahirrohmanirrohiim 

Wahau suami/istriku, anak/cucuku, keluargaku, dzurriyahku, sahabatku, saudaraku, serta seluruh kaum Muslimin yang aku sayangi; 

Aku ini bukanlah seorang ulama atau ahli bahasa Arab, dan tidak pula menguasai 14 disiplin ilmu. Aku hanyalah orang biasa, yang kebetulan saja pernah menyelami samudera Ilahiyyah, menemukan banyak mutiara. Nah, mutiara-mutiara inilah yang selanjutnya ingin aku bagi-bagikan kepada kalian, yaitu berupa"Bahan Renungan" sebagai bekal dalam pengembaraan kalian di alam dunia ini. Rasulullah saw., manusia paling bijak dan paling mulia yang menjadi panutan kita, dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari pernah bersabda :

“Aku telah datang ke surga, maka terlihat olehku kebanyakan mereka adalah para fakir miskin; dan tatkala aku menjenguk ke neraka, terlihat olehku kebanyakan mereka adalah perempuan.”

Insya Allah, halaman "Renungan" ini dapat bermanfaat sebagai tuntunan untuk memudahkan semuanya dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur'an dan Al-Hadits, sehingga di alam pengembaraan ini dapat hidup bahagia, dan di akhir perjalanan nanti terhindar dari kategori ahli neraka sebagaimana yang dimaksud oleh Rasulullah saw. di atas.

Adapun saat yang paling tepat untuk memahami apa yang dipaparkan dalam halaman ini, adalah pada waktu jiwa sedang "kasmaran" kepada Allah, karena pada saat seperti itulah Allah membuka hati kita untuk dapat menerima ayat-ayat-Nya (lihat surat At-Taghaabun ayat 11). 

Seorang sufi yang terkenal pada zamannya, yaitu Abdurrahman Ad-Darani (wafat tahun 830 M) berkata, "Jika dunia telah menempati hatimu, maka akhirat akan pergi darimu." Pengalamanku juga telah membuktikan kebenaran akan hal itu, yaitu bila hati kita sedang didominasi oleh masalah duniawi, maka hati ini akan buta sehingga tidak dapat memahami ayat-ayat-Nya. Dengan demikian, bila jiwa atau hati sedang dikuasai oleh kentalnya masalah keduniawian, maka membaca halaman ini tidaklah akan banyak manfaatnya. 

Halaman ini disusun khususnya untuk keluargaku dan semuan pembaca secara umum. Halaman ini merupakan intisari, oleh karena itu harus dibaca secara perlahan-lahan, memahami makna kalimat demi kalimat, serta sesekali perlu berhenti untuk bertafakur mencoba menguraikannya sendiri agar terasa lebih meresap. Kita tidak akan memperoleh manfaat yang berarti bila catatan ini dibaca secara sambil lalu seperti ketika membaca novel atau majalah. 

Pesanku, bacalah catatan ini berulang-ulang, terutama ayat-ayat Al-Qur'annya, agar semakin kaya pemahamannya dan meresap sampai dalam sanubari. Seorang ahli tafsir terkemuka dari Mesir, yaitu Ibrahim ibn 'Umar Al-Biqa'iy, mengatakan: 

"AYAT-AYAT AL-QUR'AN ITU BAGAIKAN INTAN; SETIAP SUDUTNYA MEMANCARKAN CAHAYA YANG BERBEDA DENGAN APA YANG TERPANCAR DARI SUDUT-SUDUT LAIN. DAN TIDAK MUSTAHIL JIKA ANDA MEMPERSILAKAN ORANG LAIN MEMANDANGNYA, MAKA IA AKAN MELIHAT LEBIH BANYAK KETIMBANG APA YANG ANDA LIHAT." 

Aku tidak terlalu berharap semua mampu untuk mengamalkan seluruh isi yang terdapat pada "Renungan" ini, tetapi yang aku harapkan adalah semua dapat mengerti keseluruhannya, sehingga bila melakukan kesalahan dapat segera memperbaikinya. Rasulullah dalam hal ini bersabda; "Semua anak Adam juru salah... dan sebaik-baiknya orang salah itu, yang cepat bertaubat."

Akhirnya kepada Allah aku bertawakkal. Semoga renungan ini dapat menggugah dan membawa perubahan taqwa bagi pembacanya. [BACA BAHAN RENUNGAN]

Shodaqollohul 'aliyil 'adzim, Wassalamu'alaikum wr wb.

×

SaklarJiwa

Tehnik Menyentuh tanpa Meraba

READMORE
Baca Juga yang ini ya :
Pasang Iklan

Mau donasi lewat mana?

BSI a.n. Kholil Khoirul Muluk
REK (7310986188)
Bantu SantriLampung berkembang. Ayo dukung dengan donasi. Klik tombol merah.
Alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Suratku untuk Tuhan - Wahai Dzat yang kasih sayangnya tiada tanding, rahmatilah tamu-tamuku disini. Sebab ia telah memuliakan risalah agama-Mu. Selengkapnya

Donasi

BANK BSI 7310986188
an.Kholil Khoirul Muluk