Wara' Qana'ah dan Sabar
Sahabat SantriLampung yang dirahmati Allah; Sayyidina Umar radhiyallahu anhu Mengatakan: "Aku telah memperhatikan semua teman-teman. Tetapi tidak ada teman yang lebih utama dibandingkan dapat memelihara lisan (banyak hamba diam sebab menjaga dari berbohong dan ghibah serta banyak pula yang diam karena untuk menguasai wibawa seperti raja), Aku telah memperhatikan pakaian tetapi aku tidak melihat pakaian yang lebih utama dibandingkan wara'."
Syeikh Ibrahim bin Adham berkata "Yang dimaksud dengan wara' adalah meninggalkan semua hal yang syubhat. Adapun meninggalkan semua yang tidak bermanfaat itu namanya meninggalkan hal yang berlebihan."
Suatu hari Rasulullah berkata kepada Abu Hurairoh, "Jadilah orang yang wara', maka engkau akan menjadi orang yang paling bagus dalam beribadah." Aku melihat semua harta tetapi aku tidak melihat yang lebih utama dibandingkan hidup qana'ah. Qana'ah adalah tidak mencari-cari sesuatu yang tidak ada pada dirinya serta merasa cukup dengan apa yang ada padanya".
Rasulullah bersabda, "Jadilah orang yang wara', niscaya engkau akan menjadi orang yang paling bagus dalam beribadah. Jadilah orang yang qana'ah, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling bersyukur kepada Allah Ta'ala. Cintailah orang lain sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, niscaya engkau akan menjadi orang beriman. Berbuat baiklah dalam hidup bertetangga, niscaya engkau akan menjadi seorang muslim yang bagus. Kurangilah tertawa, sebab banyak tertawa dapat membuat hati menjadi mati."
Aku melihat semua kebaikan, tetapi aku tidak melihat yang lebih utama dibandingkan nasihat. Nasihat ialah benar di dalam amal. Kebaikan ada dua macam yaitu menyambung dan berbuat baik. Menyambung yaitu memberikan harta untuk jihad tanpa mencari atau meminta ganti (tamak/pamrih).
Rasulullah bersabda, "Hati itu diciptakan cenderung untuk mencintai orang yang berbuat baik kepadanya dan cenderung membenci orang yang telah berbuat buruk kepadanya."
Dalam kebaikan terdapat keridhaan manusia, sedang dalam takwa terdapat keridhaan Allah Ta'ala.... Barang siapa meraih keduanya, sungguh telah sempurna kebahagiaan dan lumeber nikmat yang diraihnya. Makruf atau berbuat baik itu ada dua macam, yakni ucapan dan amal. Ucapan yaitu baiknya perkataan dan bagusnya wajah (pandangan yang menyejukkan) serta senang mengucapkan perkataan baik. Amal yaitu menyerahkan kedudukan, gemar menolong dengan diri sendiri pada bencana-bencana atau musibah.
Aku melihat semua makanan, tetapi aku tidak melihat yang lebih lezat dibandingkan sabar (menahan). Sabar itu memiliki tiga rukun:
- Menahan hati atas ketidakpuasan terhadap qodlo (ketetapan Allah).
- Menahan lisan atas ucapan yang buruk
- Menahan anggota badan seperti menampar, merobek leher, berteriak, menghitamkan wajah, dan semisal menaruh debu di atas kepala.
Barangsiapa dapat memenuhi 3 kriteria ini maka akan memperoleh keutamaan sabar yang mana hal tersebut merupakan nisful iman (setengahnya iman). Serta cobaan tersebut menjadi kebaikan yang murni.
Sabar ada beberapa pembagian:
- Sabar terhadap apa yang dikerjakan atau yang dicari dan sabar atas apa yang tidak dikerjakan atau dicari
- Sabar atas apa yang dikerjakan terbagi dalam 2 pembagian:
- Sabar atas apa yang diperintahkan Allah (melaksanakan semua kewajiban)
- Sabar atas apa yang dilarang Allah (meninggalkan semua larangan-Nya)
- Adapun sabar atas apa yang tidak dikerjakan yaitu sabar terhadap atas susah payahnya menanggung perkara yang ditemui dari hukum-hukum Allah
Barokallahu Fiy kum ahli Syurga...
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan