Menjaring Pahala dalam Aktifitas sehari-hari
Sahabat pembaca SantriLampung yang dirahmati Allah dimana saja berada, Bersyukur Alhamdulillah tentunya karena masih dalam naungan rahmat taufik dari Allah, sholawat senantiasa terlimpah atas Rosulullah, dan selalulah yakin bahwa kita adalah umat terbaiknya yang akan mendapat sebaik baik syafaat beliau aamiiin.
Sahabat; Berikut adalah aktifitas Kehidupan yang banyak mengandung pahala ;
1). Menggauli keluarga dengan baik
Dalam Islam, memperlakukan keluarga dengan baik adalah bagian besar dari ibadah dan akhlak. Hubungan dengan orang tua, pasangan, anak, saudara, dan kerabat sangat ditekankan dalam Al-Qur’an dan sunnah.
Beberapa prinsip utamanya:
- Berbicara lembut dan penuh hormat.
- Memberi nafkah dan perhatian sesuai kemampuan.
- Saling menolong dan memaafkan.
- Menjaga silaturahmi.
- Tidak berlaku kasar, zalim, atau merendahkan anggota keluarga.
- Menjadi teladan dalam ibadah dan akhlak.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 19 agar suami mempergauli istri dengan baik (“wa ‘asyiruhunna bil ma’ruf”). Prinsip “bil ma’ruf” ini dipahami luas sebagai memperlakukan keluarga dengan cara yang baik, pantas, penuh kasih, dan adil.
Rasulullah ï·º juga bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling baik kepada keluarganya. Muhammad dikenal sangat lembut kepada istri, anak, dan para sahabatnya.
Contoh penerapan sehari-hari:
- Mendengarkan pasangan saat berbicara.
- Tidak membentak anak.
- Membantu pekerjaan rumah.
- Menanyakan kabar orang tua.
- Menjaga komunikasi dengan saudara.
- Menyelesaikan masalah dengan musyawarah, bukan emosi. dan masih banyak lagi ...
2). Pasrah kepada Allah alias tawakkal
Pasrah kepada Allah sepenuhnya dalam Islam disebut tawakal — yaitu menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah berusaha dengan sungguh-sungguh. Tawakal bukan berarti menyerah tanpa usaha, tetapi hati yakin bahwa Allah paling tahu dan paling baik dalam mengatur kehidupan.
Dalam Al-Qur'an disebutkan: “Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.” (QS. At-Talaq: 3). Baca selengkapnya ...
3). Menggauli manusia dengan budi baik
Rasulullah berpesan, “Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”
Akhlak baik terhadap manusia yang pertama adalah menahan diri dari mengganggu mereka dari segala sisi. Memaafkan keburukan mereka dan gangguan mereka terhadapmu, kemudian engkau bermuamalah dengan mereka dengan muamalah yang baik dalam ucapan maupun perbuatan. Termasuk akhlak baik yang paling khusus adalah sabar menghadapi mereka, tidak jenuh dengan mereka, berwajah cerah, berkata lembut, berucap indah yang menyenangkan teman duduk, memberikan kegembiraan pada teman, menghilangkan rasa tidak enak di hati mereka, dan terkadang memberikan gurauan jika memang ada maslahat. Akan tetapi tidak sepantasnya banyak bergurau atau guyonan. Karena bercanda dalam ucapan seperti garam pada makanan. Kalau tidak ada garam, makanan terasa hambar, namun bila terlalu banyak makanan menjadi asin. Dengan demikian, bila bercanda ini tidak ada atau sebaliknya melebihi batasan, maka menjadi tercela.
Termasuk akhlak yang baik adalah bergaul kepada manusia dengan apa yang pantas bagi mereka dan sesuai dengan keadaannya, dengan memandang apakah orang yang diajak bergaul itu masih kecil atau sudah besar, berakal atau terbelakang, seorang alim ataukah orang yang jahil/bodoh.
Sungguh, siapa yang bertakwa kepada Allah, merealisasikan takwanya dan bergaul baik kepada manusia dengan perbedaan tingkatan mereka berarti ia telah mencapai kebaikan secara keseluruhan, karena ia telah menegakkan hak Allah dan hak para hamba. Juga karena ia termasuk orang yang berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah dan berbuat ihsan terhadap hamba-hamba Allah.
4). Menebar Senyum
Senyum termasuk akhlak Rasulullah ï·º. Beliau dikenal sering tersenyum kepada para sahabat dengan wajah yang lembut dan menyenangkan.
Amalan ini ringan, tidak membutuhkan biaya, mudah dilakukan,tetapi pahalanya besar jika diniatkan karena Allah.
Namun tentu senyum dalam hal yang baik dan pantas, bukan untuk meremehkan, mengejek, atau dalam maksiat.
5). Dzikir mengingat Allah
6). Menyayangi si Miskin
Islam menganjurkan umatnya berlaku tawadhu` terhadap orang-orang miskin, duduk bersama mereka, menolong mereka, serta bersabar bersama mereka.
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkumpul bersama orang-orang miskin, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak berbicara dengan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi mereka enggan duduk bersama dengan orang-orang miskin itu, lalu mereka menyuruh beliau agar mengusir orang-orang fakir dan miskin yang berada bersama beliau. Maka masuklah dalam hati beliau keinginan untuk mengusir mereka, dan ini terjadi dengan kehendak Allah Ta’ala. Lalu turunlah ayat: ...Baca selengkapnya
7). Diam (tidak ghibah dan namimah)
Dalam Islam, diam dianggap sebagai ibadah yang bernilai tinggi dan ringan untuk dilakukan, asalkan bertujuan menahan diri dari perkataan sia-sia, dosa (seperti ghibah/fitnah), atau berbicara yang tidak bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda, "...Hendaknya ia berkata baik atau diam," (HR. Bukhari & Muslim).
8). Bekerja dengan kesadaran bahwa itu perintah Allah.
Dalam Islam, bekerja adalah ibadah mulia, kewajiban untuk mencari nafkah halal, dan bentuk ikhtiar yang diperintahkan Allah SWT. Pekerjaan dianggap sebagai pengabdian kepada Allah, bukan sekadar mencari uang. Islam menekankan etika kerja yang profesional (itqan), jujur, amanah, dan menghindari hal-hal yang syubhat terlebih yang haram. Islam juga menekankan agar tidak bergantung pada orang lain apalagi meminta minta.
Baca : Rezeki Terbaik dalam Islam
Setiap langkah dalam bekerja yang diniatkan karena Allah, dilakukan dengan jujur dan disiplin, dinilai sebagai ibadah dan dapat menghapus dosa.
Ketahuilah sahabat bahwasannya setiap aktifitas kehidupan kita yang positif seluruhnya mengandung pahala yang dapat kita jaring dan kita kumpulkan menjadi Aset kekayaan akhirat. Dirasa penting kami sampaikan bahwa "Mesin pencatat pahala akan berfungsi mencatat seluruh fahala aktifitas positif jika tidak meninggalkan hak Allah yakni Shalat". Sekali lagi di ulangi "seluruh fahala aktifitas positif kita akan terhitung jika menunaikan ibadah shalat". Barokallohu fiykum
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan