Pesan Untukmu
Assalamu'alaikum 👋
Masukkan namamu sebelum membaca.
Meraba tanpa Menyentuh
Assalamu'alaikum! !; 👋 Perkenalkan namaku Mbah Kholil Al-Andalasi, senang rasanya dapat bertemu denganmu melalui halaman ini.
Ketahuilah !; bahwa kehadiranmu di dunia ini adalah kesengajaan dengan niat dan harapan baik. Artinya, kamu adalah anak yang dibuat secara sengaja oleh kedua orang tuamu. Sekali lagi "Kamu () bukan anak yang dibuat secara tidak sengaja."
, Coba heningkan sejenak pikiranmu. Lepaskan segala urusan duniawi yang menghimpit dada, lalu tataplah telapak tanganmu. Dahulu, tangan itu begitu mungil, begitu lemah, tak mampu bahkan sekadar menepis gigitan nyamuk di pipimu.
Ingatkah saat kakimu belum bisa melangkah?; Saat lidahmu belum mampu mengucap patah kata?; Siapa yang berdiri paling depan menjaga tidurmu?; Siapa yang rela terjaga di heningnya malam, mendekapmu saat demam, dan mengusap air matamu dengan lembut?
Ada seorang wanita yang pernah mempertaruhkan nyawanya, bersimbah darah dan peluh, hanya demi mendengar tangisan pertamamu di dunia. Ibumu. Ia rela tidak makan asal perutmu terisi, rela memakai baju lusuh asal engkau tampil tampan atau cantik di mata orang lain. Dan ada seorang pria yang pulang dengan tulang rusuk terasa patah, kulitnya terbakar terik matahari, menyembunyikan lelah di balik senyum tipisnya ketika melihatmu berlari menyambutnya di pintu rumah. Ayahmu. Rasa lelahnya lebur seketika hanya demi melihatmu tersenyum dan tumbuh serba cukup.
Namun, seiring berjalannya waktu, engkau tumbuh dewasa. Suaramu mulai lebih keras daripada suara mereka. Pendapatmu terasa lebih benar dibanding nasihat mereka. Kapan terakhir kali engkau mencium tangan renta mereka dengan penuh ketulusan? Kapan terakhir kali engkau bertanya, "Ayah, Ibu, apakah hari ini ada yang terasa sakit?" Atau jangan-jangan, engkau justru lebih sering membentak, mendengus kesal, dan menganggap perhatian mereka sebagai kekangan yang membosankan?
Ketahuilah, bahwa kamu lahir ke dunia ini bukan tanpa arah. Engkau diciptakan oleh Allah ï·» sebagai hamba-Nya. Kewajiban utamamu adalah menyembah-Nya, mendirikan salat, dan tunduk pada aturan-Nya. Namun, tahukah engkau di mana Allah meletakkan keridaan-Nya? Rasulullah ï·º bersabda:
Maka, membangkang kepada orang tua bukan sekadar masalah etika, melainkan dosa besar yang mengguncang arasy Allah. Sungguh fatal jika engkau menjadi anak yang durhaka. Azab Allah bagi anak yang durhaka tidak hanya menanti di akhirat, tetapi disegerakan di dunia.
Anak yang menyakiti hati orang tuanya akan merasakan kesempitan hidup, rezeki yang dicabut keberkahannya, dan kegelisahan jiwa yang tak kunjung usai. Di akhirat kelak, pintu surga diharamkan baginya. Rasulullah ï·º menegaskan bahwa ada tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat dan tidak akan masuk surga, salah satunya adalah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya ('Aqqul walidain).
Bayangkan jika hari ini—saat engkau sedang sibuk dengan duniamu—Allah mengambil nyawa ayah atau ibumu. Bayangkan engkau berdiri di samping jasadnya yang dingin, menatap wajahnya yang terbujur kaku, sementara engkau belum sempat meminta maaf atas setiap patah kata kasar yang pernah melukai hatinya. Tidak ada lagi suara lembut yang mendoakanmu di sepertiga malam. Tidak ada lagi usapan hangat di kepalamu. Yang tersisa hanyalah penyesalan abadi yang tidak akan pernah bisa memutar waktu.
Wahai masih relakah kamu mengantarkan orang yang begitu menyayangimu masuk ke dalam neraka dengan meninggalkan shalat? dan melakukan maksiat? ...
Mumpung napas masih berhembus dan jantung mereka masih berdetak, tundukkan kepalamu di hadapan mereka. Basuhlah kaki ibumu, peluklah tubuh renta ayahmu. Mintalah ampun atas segala keangkuhanmu selama ini. Jika mereka telah tiada, jangan biarkan kubur mereka sepi. Tengadahkan tanganmu dalam setiap sujudmu, memohon kepada Allah yang Maha Pengasih:
Rabbi-ghfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.* - "Ya Rabbku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku di waktu kecil."
Penutup
Akhirnya, Semoga selalu dalam kebaikan, diluaskan rezeki, ilmu, dan kesabaran dalam menjalankan segala ketaatan dan menjauhi segala larangan.
Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai, semoga Allah semakin sayang padamu. .
Mau donasi lewat mana?
REK (7310986188)

Gabung dalam percakapan